Senin 22 Juli 2019, 14:45 WIB

Bea Cukai dan BNNP Maluku Bersinergi Cegah Bahaya Narkoba

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Bea Cukai dan BNNP Maluku Bersinergi Cegah Bahaya Narkoba

Istimewa/Bea Cukai
Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Aula Kantor Bea Cukai Maluku, Selasa (16/7).

 

Bea Cukai Maluku dan BNNP Maluku gelar sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Aula Kantor Wilayah Bea Cukai Maluku, pada Selasa, 16 Juli 2019.

Sesuai Inpres Nomor 6 Tahun 2018, sosialisasi ini merupakan salah satu kegiatan mendukung gerakan P4GN yang hendaknya dilakukan setiap kementerian dan lembaga, mengingat kondisi penyalahgunaan narkoba saat ini masih mengkhawatirkan, dan sebagai bagian dari peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2019.

Kakanwil Bea Cukai Maluku, Finari Manan mengungkapkan harapannya dalam acara sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Besar harapan kami agar para pejabat dan pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan, terutama generasi milenial agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba," kata Finari.

"Kami pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama ikut menggalakkan gerakan anti narkoba yang dimulai dari keluarga dan lingkungan, serta berpartisipasi aktif memberikan pemahaman akan bahaya narkoba bagi pengguna dan terlebih-lebih kepada pengedarnya,” ujar Finari.

Dalam pemaparan materi tentang ancaman penyalahgunaan narkoba dan bagaimana bahayanya narkoba berdampak pada kehidupan, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku, Brigjen Pol. Aris Purnomo, Finari dan Bea Cukai Maluku juga memperkenalkan peran dan strategi Bea Cukai dalam rangka pemberantasan peredaran gelap narkotika.

Secara nasional, menurut Finari, Bea Cukai telah mengembangkan sistem aplikasi pengawasan yang terintegrasi meliputi Sistem intelijen terpusat dan operasi penindakan narkotika yang terkoordinasi untuk identifikasi, pelacakan, dan penindakan aktifitas perdagangan gelap dan organisasi kejahatan penyelundupan narkotika sehingga terbentuk suatu sistem yang komprehensif.

“Juga terdapat sinergi kerja sama (joint inter agency) antara Bea Cukai dengan penegak hukum lainnya baik di dalam negeri maupun luar negeri dalam bentuk kegiatan inteligence fusion yaitu penyebaran dan penyatuan data dan informasi intelijen mengenai peredaran gelap narkotika dan joint enforcement yaitu penindakan bersama dengan penegak hukum lainnya (BNN dan POLRI) dalam rangka membuka dan memutuskan jaringan kejahatan peredaran gelap narkotika,” paparnya.

Selain itu, tambah Finari, Bea Cukai juga melakukan revitalisasi fungsi (reengineering) organisasi Bea Cukai di bidang pengawasan narkotika yang merupakan kegiatan strategis yang dilakukan Bea Cukai sebagai organisasi yang mampu beradaptasi dengan dinamika lingkungan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Bea Cukai.

Revitalisasi memegang peranan penting dalam keberhasilan tugas pengawasan, antara lain pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, workshop, seminar, focus group discussion mengenai kegiatan pertukaran data intelijen dan penindakan di bidang pengawasan narkotika.

“Jaringan narkotika tidak akan pernah berhenti untuk menyelundupkan narkotika yang membahayakan anak bangsa. Untuk itu, kami imbau masyarakat untuk selalu dapat membentengi diri dan mendukung pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika, salah satunya dengan melaporkan tindakan mencurigakan kepada aparat penegak hukum," ujar Finari.

"Kami juga berharap sinergi yang baik antar aparat penegak hukum terus berjalan dan selalu dapat ditingkatkan, untuk mengamankan masyarakat dari ancaman barang haram tersebut,” paparnya. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More