Minggu 21 Juli 2019, 21:35 WIB

ISPA Jadi Penyakit Utama Calhaj Indonesia di Makkah

Antara | Haji
ISPA Jadi Penyakit Utama Calhaj Indonesia di Makkah

MCH/Darmawan
Calon Haji Indonesia sedang menjalankan perawatan kesehatan

PENYAKIT infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi penyakit dan keluhan utama calon haji yang berobat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah.  

Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Makkah Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPHI) 2019, Muhammad Imran, di KKHI Makkah, Minggu (21/7), mengatakan, penyakit yang mendominasi calon haji di Makkah adalah ISPA.  

"Penyakitnya di kloter didominasi ISPA. Kemudian hipertensi, paru menahun yang banyak dirawat di KKHI Makkah, sedangkan yang dirujuk di RSAS di dominasi phneumonia dan jantung," kata Imran.

Sampai saat ini, KKHI sedang merawat sebanyak 15 pasien. Total KKHI telah menangani 76 calon haji beberapa di antaranya telah diperbolehkan kembali ke pondokannya dan beberapa yang lain dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).    

Untuk pasien ISPA, Imran mengatakan tim KKHI melakukan rehidrasi komposisi cairan tubuh.


Baca juga: 19 Jemaah Haji Dievakuasi ke Makkah Menggunakan Ambulans


"Untuk ISPA dilakukan rehidrasi komposisi cairan tubuh. Kemudian layanan gangguan paru diterapi oksigen," katanya.

Beberapa calon haji juga menderita penyakit diabetes yang kemudian diberikan obat dan observasi, jika membaik bisa rawat jalan di kloter atau dirawat di KKHI. Imran menyarankan agar calon haji lansia mengambil keringanan dalam beribadah.

"Misalnya pakai skuter atau kursi roda. Bagi yang umrah pilih waktu teduh mulai magrib sampai setelah subuh. Kondisi cuaca tidak sepanas Madinah. Suhu pagi hari di Mekkah 36-37 derajat dan siang hari 38-40 derajat," katanya.

Beberapa calon haji yang saat ini dirujuk ke RSAS sebagian menderita phneumonia atau infeksi paru dan jantung.  

"Ada tim LO yang bisa Bahasa Arab dan mampu berkomunikasi dengan dokter di RSAS. Di RSAS yang sudah pulang ada. Di RSAS total 38 sekarang 21. Dan dipulangkan ke KKHI dahulu. Untuk observasi lanjutan 8-12 jam. Kemudian bisa dipulangkan," katanya. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More