Minggu 21 Juli 2019, 20:40 WIB

Awas, Ada Proyek Rekonstruksi Jalan di Tol Japek mulai Besok

Antara | Megapolitan
Awas, Ada Proyek Rekonstruksi Jalan di Tol Japek mulai Besok

ANTARA FOTO/Risky Andrianto/hp.
TOL JAPEK

 

PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Jakarta-Cikampek kembali melaksanakan pekerjaan pemeliharaan dengan metode konstruksi rigid kedua jalur pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek, baik arah Cikampek maupun arah Jakarta.

Corporate Communication Department Head Jasa Marga, Irra Susiyanti, mengatakan, lokasi pengerjaan rekonstruksi untuk tol arah Jakarta di Kilometer 33+266 sampai Km 33+081 di lajur 2 dengan panjang penanganan 185 meter.

"Pengerjaan arah Jakarta berlangsung pada Senin (22/7) pukul 10.00 WIB hingga Jumat (26/7) pukul 05.00 WIB," kata Irra melalui keterangan resmi di Jakarta, Minggu (21/7).

Sementara itu untuk arah Cikampek, lokasi rekonstruksi berada pada Km 25+945 sampai Km 26+075 di lajur 2 dengan panjang penanganan 130 m. Rekonstruksi berlangsung mulai Minggu, 21 Juli 2019 pukul 02.00 WIB dini hari hingga Kamis, 25 Juli 2019 pukul 05.00 WIB.


Baca juga: Ratusan Hektare Kawasan Kumuh di Bekasi Butuh Penataan


Untuk mengantisipasi kepadatan yang berpotensi terjadi akibat pekerjaan, Jasa Marga bekerja sama dengan Kepolisian telah menyiapkan mitigasi risiko melalui pengaturan lalu lintas berupa sistem buka tutup di area pekerjaan.

Buka tutup lajur 1 dilakukan untuk jalur ke arah Cikampek maupun ke arah Jakarta. Lalu lintas di kedua arah akan berjalan normal karena tidak ada penutupan total.

Selain itu, jika kondisi padat, dipersiapkan dua titik 'contraflow' di Jalan Tol Jakarta-Cikampek yaitu dari Km 25+100 s.d Km 29+500 arah Cikampek dan Km 29+500 s.d Km 35+000 arah Jakarta untuk mengurai kepadatan menjelang titik lokasi pekerjaan.

"Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pekerjaan rekonstruksi dimaksud karena akan berdampak penyempitan lajur menjelang lokasi pekerjaan," kata Irra. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More