Minggu 21 Juli 2019, 20:30 WIB

Hujan di Tasikmalaya belum Berdampak Atasi Kekeringan

Kristiadi | Nusantara
Hujan di Tasikmalaya belum Berdampak Atasi Kekeringan

MI/Adi Kristiadi
Hujan deras di Tasikmalaya

 

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, menyatakan, hujan yang sudah turun mengguyur wilayah Tasikmalaya selama dua hari belum berdampak mengatasi kekeringan akibat kemarau yang selama ini telah menyebabkan kekeringan pada air sumur dan lahan pertanian.

"Hujan cukup lama dan rata, tapi tidak besar, jadi tidak ada pengaruh signifikan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Ucu Anwar, kepada wartawan di Tasikmalaya, Minggu (21/7).

Ia menuturkan, hujan mengguyur wilayah Kota Tasikmalaya sejak Jumat (19/7) selanjutnya hujan kembali turun dengan intensitas tidak terlalu besar cukup membasahi tanah yang sebelumnya kering.  

Hujan tersebut, lanjut dia, belum mengembalikan kondisi air sumur yang menjadi sumber air warga, untuk itu BPBD tetap mendistribusikan air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga warga.  

"Sampai sekarang masih terus mendistribusikan air bersih," katanya.  


Baca juga: 8.174 Jiwa di 11 Desa di Kabupaten Sukabumi Terdampak Kekeringan


Ia menyampaikan, BPBD Kota Tasikmalaya terus berkoordinasi dengan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mendapatkan informasi tentang kondisi kemarau yang selama ini diperkirakan berakhir Oktober 2019.

Selama musim kemarau, kata dia, BPBD Kota Tasikmalaya tetap siaga untuk memberikan bantuan ke daerah yang terdampak kekeringan seperti mendistribusikan air bersih menggunakan kendaraan tangki air ke permukiman penduduk.

"Kita akan terus siaga, karena selama ini permintaan air masih ada," katanya.  

Ia menambahkan, BPBD telah mendistribusikan air bersih sebanyak 220 ribu liter ke daerah yang terdampak kekeringan seperti Kecamatan Kawalu, kemudian Kecamatan Tamansari, Indihiang, Cipedes, Purbaratu, Cibeureum, Cihideung dan Tawang.

"Total penyaluran air bersih dilakukan di 68 titik di 10 kelurahan dan delapan kecamatan untuk kebutuhan 3.591 KK atau 12.075
jiwa," katanya. (Ant/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More