Minggu 21 Juli 2019, 18:20 WIB

Buntut Penyitaan Kapal Tanker, Inggris Siap Bekukan Aset Iran

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Buntut Penyitaan Kapal Tanker, Inggris Siap Bekukan Aset Iran

AFP
Kapal tangker berbendera Inggris

 

PEMERINTAH Inggris berencana menjatuhkan sanksi terhadap rezim Iran. Sebagai tanggapan atas penangkapan kapal tanker berbendera Inggris di kawasan Teluk.

Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt, akan menggunakan sebuah pernyataan bersama, sebagai pengumuman sejumlah langkah diplomatik dan ekonomi. Termasuk, potensi membekukan aset Iran. Sikap keras yang ditunjukkan Pemerintah Inggris, dalam menanggapi insiden penahanan kapal Stena Impero.

Inggris juga dapat mendorong Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memberlakukan sanksi kepada Iran, yang sebelumnya dicabut pada 2016 sebagai elemen perjanjian nuklir Iran. Sanksi ini termasuk pelarangan ekspor minyak Iran di pasar internasional.

Menyusul pertemuan komite darurat pemerintah Inggris, Cobra, pada Sabtu (20/7) waktu setempat, Hunt menekankan penangkapan kapal Stena Impor memicu persoalan yang serius terkait keamanan kapal Inggris, berikut kapal internasional di Selat Hormuz.

Langkah itu mengemuka ketika Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May, menghadapi kritik keras dari para pejabat Whitehall. Sebab, May dinilai gagal menyetujui tawaran Amerika Serikat (AS) untuk bergabung dengan koalisi angkatan laut yang baru, atau dikenal Operation Sentinel. Itu dirancang untuk mengoordinasikan upaya internasional dalam mengawasi dan melindungi sejumlah kapal di wilayah Teluk Arab.

Seorang sumber Whitehall menyebut beberapa tokoh militer menilai tawaran AS sebagai peluang bagus. Namun, kepemimpinan May tidak merespons postif, lantaran khawatir Inggris dipandang mendukung pendekatan garis keras AS terhadap Iran.


Baca juga: Inggris Desak Iran Lepaskan Kapal Tanker


Pihak lainnya bersikeras May tidak bisa disalahkan, karena koalisi belum resmi terbentuk. Dalam hal ini, menyoroti perlindungan militer untuk mencegah pasukan Iran menguasai kapal tanker.

Pada Sabtu (20/7) kemarin, rekaman dramatis menunjukkan kapal Stena Impero yang ditangkap Pengawal Revolusi Iran, turut dikelilingi sejumlah kapal kecil. Serta, pasukan tempur yang turun dari helikopter, mendarat di atas geladak kapal. Saat ini, kapal berada di Pelabuhan Bandar Abbas, Iran, dengan para awak kapal dari Rusia, Ukraina, India, Latvia dan Filipina, masih diperiksa.

Sekretaris Negara untuk Pertahanan, Penny Mordaunt, mengatakan kapal pengawal HMS Montrose berjarak 60 menit dari kemampuannya untuk menyelamatkan kapal. Dia menggambarkan insiden yang terjadi di Perairan Oman, sebagai aksi permusuhan.

Hunt yang telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, menekankan Teheran berdalih tindakan itu sebagai respons atas penahanan kapal tanker Iran, Grace 1, di lepas pantai Gibraltar pada 4 Juli lalu. Kapal itu diduga membawa pasokan minyak mentah ke Suriah, yang melanggar sanksi Uni Eropa.

Kepada wartawan, Hunt mengatakan segera memaparkan langkah yang diambil pemerintah kepada parlemen Inggris. Para menteri mempertimbangkan sejumlah langkah ekonomi dan diplomatik, termasuk pembekuan aset dan upaya terkoordinasi dengan sekutu internasional di PBB. Inggris juga meningkatkan upaya perlindungan terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz.

The Washington Post melaporkan pemerintah Inggris meminta Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, untuk menahan diri agar tidak melemparkan komentar publik yang memanaskan ketegangan. Sementara itu, London berusaha menyelesaikan krisis lewat jalur diplomasi.

Pertemuan Cobra dipimpin oleh Kanselir Wilayah Adipati Lancester, David Livington. Sebab, May menghabiskan akhir pekan sebagai PM Inggris di daerah pemilihan Maidenhead. Sebuah sumber Whitehall mengungkapkan para pejabat Inggris merasa malu, karena 'tidak bisa menjaga diri kita sendiri'.

Menanggapi krisis, pemimpin Partai Buruh Inggris, Jeremy Corbyn, menyerukan pembebasan kapal tanker. Sekaligus, menyalahkan Washington karena meningkatkan ketegangan dengan Iran.

"Trump menghancurkan kesepakatan nuklir yang akhirnya memicu konfrontasi. Negosisi berperan penting untuk meredakan ancaman perang di kawasan Teluk," bunyi cuitan Corbyn. (Telegraph/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More