Minggu 21 Juli 2019, 07:30 WIB

Nilai Cagar Budaya Istiqlal tak Hilang kendati Direnovasi

Nur Aivanni | Megapolitan
Nilai Cagar Budaya Istiqlal tak Hilang kendati Direnovasi

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (ketiga kanan) saat meninjau proyek renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta.

 

SEBAGIAN besar rakyat Indonesia tahu tentang Masjid Istiqlal. Inilah masjid terbesar di Asia Tenggara yang mempunyai nilai penting dalam sejarah bangsa Indonesia.

Presiden Soeharto meresmikan penggunaan Masjid Istiqlal pada 22 Februari 1978. Jadi, usia masjid yang dibangun di atas lahan bekas benteng Belanda ini sekarang 41 tahun. Sudah waktunya untuk direnovasi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi­muljono menjelaskan perintah untuk merenovasi berasal dari Presiden Joko Widodo seusai menerima kunjungan Perdana Menteri India Narendra­ Modi ke Masjid Istiqlal pada 30 Mei 2018. “Kita akan membenahi, mulai gedung bangunan masjid hingga tata ruangnya. Kita ubah semuanya agar jadi lebih baik,” tegas Basuki di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (20/7).

Basuki mengakui bahwa proses merenovasi tidak lebih mudah daripada membangun baru. “Tantangannya, kita harus tetap mengikuti kaidah-kaidah cagar budaya,” lanjutnya. 

Tak hanya bangunan fisik yang diperbaiki, tetapi juga taman di sekitar kawasan Masjid Istiqlal. Dalam melakukan penghijauan, kata Basuki, pihaknya akan berkoordinasi dengan tim cagar budaya.

Nilai kontrak pelaksanaan renovasi Rp465,3 miliar dengan masa pekerjaan 300 hari kalender melalui APBN Tahun Jamak (2019-2020). Kontraktor pelaksana ialah PT Waskita Karya (persero). Konsultan manajemen konstruksi ialah PT Virama Karya. Arsitek yang dipercaya ialah Munichy Bachron Edrees. Desainnya akan menerapkan prinsip minimalis dengan mempertimbangkan keberadaannya di kawasan beriklim tropis.

Renovasi Masjid Istiqlal ditargetkan selesai pada Maret 2020. “Supaya lebih cepat, pekerjanya ditambah, dari 200 orang menjadi 400 orang,” tutup Basuki. (Nur/J-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More