Senin 22 Juli 2019, 13:10 WIB

Risiko Autisme Paling Besar dari Genetik

Suryani Wandari Putri | Weekend
Risiko Autisme Paling Besar dari Genetik

Thinkstock
Genetik menjadi salah satu faktor penyebab autisme pada anak.

Memiliki anak tentu menjadi kebahagiaan besar bagi semua orangtua. Sayangnya bayang-bayang autisme mengancam orangtua belakangan. Di Amerika Serikat setidaknya satu anak dari 59 anak yang lahir di Negeri Paman Sam ini divonis autis. Selama beberapa dekade, para peneliti pun telah mencari petunjuk penyebab gangguan spektrum autisme (ASD) ini.

Dilansir dari huffpost, dalam studi baru, yang diterbitkan dalam JAMA Psychiatry, para peneliti menganalisis lebih dari 2 juta orang dari lima negara (Denmark, Finlandia, Swedia, Israel, dan Australia). Mereka menemukan lebih dari 22ribu di antaranya telah didiagnosis autisme dan sekitar 80% risiko individu mengembangkan autisme berasal dari faktor genetik yang diwariskan dan bukan pengaruh "lingkungan".

“Di mana-mana kami melihat, dalam lima sampel berbeda, yang kami lihat adalah bahwa faktor genetik adalah yang paling penting,” kata Sven Sandin, seorang ahli statistik dan ahli epidemiologi dengan Karolinska Institutet di Swedia.

Studi itu mengejutkan bagi orangtua yang selama bertahun-tahun membaca beragam kisah yang menekankan faktor penyebab autis dari polusi udara hingga hipotesis vaksin. Itu cukup banyak sejalan dengan penelitian terbaru yang serupa yang menyarankan gen adalah faktor penyumbang utama ASD. Namun, yang penting tentang investigasi baru ini adalah ukurannya yang tipis.

Tentu saja, para peneliti telah mengetahui selama beberapa dekade bahwa genetika berkontribusi pada ASD. Tetapi sekarang mereka bergulat dengan betapa pentingnya faktor hereditas, ada tekanan yang meningkat untuk menentukan gen spesifik mana yang berkontribusi dalam cara tertentu.

"Ada banyak pekerjaan yang masih harus dilakukan, kami masih belum tahu gen spesifik mana yang berkontribusi terhadap risiko. Juga, ada banyak faktor lingkungan potensial yang dapat dikaitkan dengan ASD baik secara langsung atau bertindak bersama gen. Sejauh ini, hanya menggaruk permukaan. " ucap Sandin.

Menyadari sejarah keluarga dan bagaimana hal itu dapat berkontribusi pada risiko autisme anak juga dapat membantu orangtua dan dokter anak memperhatikan tanda-tanda awal autisme saat mereka muncul.

Untuk orangtua hamil yang tahu mereka memiliki riwayat keluarga autis mungkin harus berbicara dengan konselor genetik jika tak ingin memiliki masalah. Penelitian dengan jelas menunjukkan bahwa intervensi dini, yang dapat dimulai sedini usia 2, dapat membantu meningkatkan keterampilan fisik, emosi, dan komunikasi.(M-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More