Sabtu 20 Juli 2019, 14:30 WIB

Trump Sebut Sedotan Plastik Bukan Masalah Besar

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Trump Sebut Sedotan Plastik Bukan Masalah Besar

AFP/MANDEL NGAN
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 

KAMPANYE larangan penggunaan sedotan plastik untuk melindungi lingkungan, tampaknya mengusik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dia mempertanyakan peralatan makan lainnya yang berbahan dasar plastik.

"Saya pikir kita memiliki persoalan lebih besar dari sedotan plastik," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, sebelum menghabiskan akhir pekan di New Jersey.

Saat suhu udara di AS mencapai 36 derajat Celcius, Trump menghangatkan persoalan tersebut.

"Kamu tahu, masalah sedotan plastik sangat menarik. Jika kamu mengganti sedotan plastik, bagaimana dengan piring dan peralatan besar lainnya yang terbuat dari plastik?" tanya Trump.

"Semua orang fokus pada sedotan. Banyak hal lain yang perlu diperhatikan," imbuhnya.

Baca juga: Trump Dukung Johnson Jadi PM Inggris

Pernyataan Trump muncul di tengah peluncuran sedotan plastik merek Trump seharga US$15 per paket, melalui situs daringnya.

"Seperti pandangan luas pada umumnya, sedotan kertas tidak berfungsi dan langsung hancur," bunyi kampanye Trump.

Larangan dan pembatasan sedotan plastik diusulkan atau diberlakukan di sejumlah kota AS, termasuk Seattle, Los Angeles, Miami, dan New York.

Sebagian besar gerakan berkembang untuk mengurangi produk plastik sekali pakai, seperti peralatan makan, gelas dan kantong.

Data PBB menyebut lebih dari 60 negara memberlakukan larangan atau mengenakan pajak terhadap produk plastik sekali pakai.

Sedotan plastik menjadi salah satu kontributor utama pencemaran laut. Perusahaan kopi raksasa Starbucks berencana menghilangkan sedotan pastik di gerai mereka secara global pada 2020. (Channelnewsasia/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More