Sabtu 20 Juli 2019, 08:44 WIB

Awan Minim, Hujan Buatan di Jawa-Bali Sulit Dilakukan

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Awan Minim, Hujan Buatan di Jawa-Bali Sulit Dilakukan

ANTARA/Rony Muharrman
Petugas Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) memasukan garam ke dalam pesawat Cassa 212 TNI AU ketika akan melakukan operasi hujan buatan.

 

BADAN Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk memunculkan hujan buatan mengatasi kekeringan yang berdampak puso di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Namun, hujan buatan akan dilakukan menunggu munculnya potensi awan.

Kepala BPPT Hammam Riza di Bandar Lampung, Jumat (19/7), mengatakan TMC untuk mengatasi kekeringan yang bisa mengakibatkan gagal panen atau puso akan dilakukan BPPT saat ada potensi awan muncul di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

“Dengan kecilnya potensi awan, BPPT mengusulkan satu armada CN295 milik TNI AU untuk stand-by di TMC Jawa Tengah sehingga dapat mengantisipasi jika ada awan yang tumbuh di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara untuk disemai. Dan nanti, pada Oktober, kita butuh 2-3 pesawat sehingga penyemaiannya menjadi maksimal karena awan mulai tumbuh,” kata Hammam.

Dalam rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, beberapa waktu lalu, telah disetujui upaya mengatasi bencana mitigasi kekeringan dengan segera melaksanakan upaya hujan buatan untuk mengatasi kekeringan saat ini.

Baca juga: BPPT Usulkan Perpanjangan Hujan Buatan di Riau Hingga September

Mekanisme penanganan bencana kekeringan, kata dia, dengan melaksanakan hujan buatan di daerah-daerah yang sudah ditetapkan dan dikerjasamakan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Ini penting karena biaya untuk hujan buatan tidak sedikit, biayanya sekitar Rp100 juta per hari, tergantung daerahnya," ungkap Hammam.

Selain itu, Hammam mengatakan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo juga telah berkoordinasi dengan BPPT, karena ini adalah bagian dari upaya memberikan hujan-hujan bagi desa yang kekeringan. Jika tidak, petani-petani yang akan merasakan dampaknya, dan bisa mengalami gagal panen.

“Karenanya Menteri Desa sangat menaruh perhatian di sini, kita sudah memberikan benefit and cost analisis terhadap kegiatan TMC untuk kekeringan di desa-desa,” tegas Hammam. (Ant/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More