Sabtu 20 Juli 2019, 04:15 WIB

Ariel: Tidak Perlu Menunggu Kaya

Gas/M-4 | Weekend
Ariel: Tidak Perlu Menunggu Kaya

MI/USMAN ISKANDAR
Ariel

ARIEL ialah tamu Kick Andy yang terakhir dalam episode kali ini. Bocah 12 tahun itu, berasal dari keluarga prasejahtera. Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan dan ibunya ialah ibu rumah tangga. Penghasilan sehari-hari sang ayah, kadang terlalu mepet untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk Ariel dan tujuh saudara kandungnya.

Namun, keterbatasan ekonomi tak pernah menjadi penghalang bagi Ariel untuk peduli terhadap sesama. Setiap hari, ia menyisihkan uang jajan yang diberi orangtua. Ariel menyisihkan koin Rp1.000 atau Rp2.000 untuk di­tabung ke celengan kaleng dan setiap akhir bulan ia akan menyetorkannya ke komunitas Laskar Koin Seribu yang kemudian digunakan untuk kegiatan sosial. "Saya setiap hari biasanya diberi uang saku Rp7.000. Yang Rp2.000-nya saya masukkan celengan,” tutur Ariel.

Ariel merupakan contoh nyata bahwa dalam berbagi seseorang tidak perlu mengunggu kaya. Sementara itu, komunitas Laskar Koin Seribu sendiri pada mulanya didirikan Ajri Faturahman. Melalui komunitas tersebut, ia mengumpulkan donasi koin dari para relawan dan donatur yang mayoritas pelajar.

Menurut Ajri, ide didirikannya komunitas Laskar Koin Seribu ialah untuk membantu warga yang kesusahan dengan cara sederhana. Dari koin-koin tersebut, komunitas Laskar Koin Seribu mampu membagikan paket sembako bagi kaum yang tidak mampu secara rutin.

Selain itu, Laskar Koin Seribu juga menggagas sejumlah program sosial lainnya, dari beasiswa santri, khitanan massal, dan bagi-bagi nasi kotak. Lebih lanjut, Ajri memaparkan bahwa sebagian besar anggota Laskar Koin Seribu saat ini ialah pelajar yang berada di Bogor.

Ajri juga menambahkan bahwa komunitas Laskar Koin Seribu didirikan untuk mengajak anak-anak berlatih derma sejak dini. “Bagaimana caranya agar mereka tidak antisosial dengan sekitarnya, yaitu dengan cara menyisihkan uang jajannya untuk digunakan bagi ­orang tidak mampu di sekitarnya,” imbuh Ajri.

Kali pertama bergabung komunitas Laskar Koin Seribu, ­Ariel merupakan anggota termuda di dalamnya. Tidak hanya menyetor uang, kata Ajri, anak-anak juga diajak langsung ke lapangan untuk membagikan bahan-bahan pokok kepada yang membutuhkan. “Ini bagian yang paling seru biasanya, yakni mereka berkumpul lalu menghitung koinnya bersama-sama. Istilahnya bongkar celengan,” tutur Ajri.

Dari kegiatan tersebut, para orangtua kemudian juga semakin semangat untuk mendorong anak-anaknya agar lebih peduli dengan kondisi di sekitarnya. (Gas/M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More