Sabtu 20 Juli 2019, 04:05 WIB

Louis Jose Dario: Mimpi untuk Opa dan Oma

Gas/M-4 | Weekend
Louis Jose Dario: Mimpi untuk Opa dan Oma

MI/USMAN ISKANDAR
Louis Jose Dario Romero

SELAIN mengundang Hanhan, Kick Andy episode kali ini turut mengundang Louis Jose Dario Romero atau yang sering disapa Louis. Ia merupakan anak berusia 9 tahun, yang mana memiliki keinginan kuat untuk berbagi kepada sesama. Terutama terhadap para orang tua dan anak-anak yang hidup di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ­Bantargebang, Bekasi, Jawa ­Barat.

Louis sebenarnya lahir dari keluarga yang berada. Namun, ibarat pepatah ‘buah jatuh tidak jauh dari pohonnya’, Louis mengaku suka mencontoh segala sesuatu yang dilakukan ayahnya, Romero Hurtado Yuri, yang kebetulan pula mengurus program pendidikan lingkungan hidup di Bantargebang.

Begitu juga dengan Yuri, ia mengaku senang dengan aktivitas sosial Louis yang dewasa ini telah membuatnya peka dengan keadaan sekitar, sekalipun kerap berada di lingkungan yang kurang bersih.

“Louis sejak kecil memang sudah sering ikut saya di berbagai kegiatan lingkungan hidup. Dia punya karakter dan empati yang begitu kuat, terus sejak saya punya kegiatan di Bantargebang, dia ada motivasi untuk ikut. Dulu ­sebenarnya sedikit khawatir karena realitas sanitasi dan kesehatan di sana kurang baik, tapi saya juga ­ingin dia tahu dan menghadapi realitas sampah di Bantargebang,” tutur Yuri.

Ketika berada di Bantargebang, Louis biasanya akan menghabiskan waktu untuk duduk sambil mengobrol dengan para orang tua. Saking akrabnya, Louis bahkan memanggil mereka dengan ­sebutan Opa dan Oma. Tidak ­hanya itu, Louis juga suka bermain gitar dan mengajarkan bahasa Inggris untuk anak-anak di sana.

Louis yang lambat laun mulai mengerti bagaimana nasib orang tua yang hidup di Bantargebang, kemudian memiliki niat untuk mengajaknya berlibur ke Jakarta. Kata Louis, Oma dan Opanya itu seumur hidup tidak pernah keluar dari TPA sehingga ia ingin meng­ajaknya berkunjung ke Jakarta Aquarium yang berada di Mall Neo Soho ketimbang Ragunan ­karena alasan teknis.

Dewasa ini, Louis membutuhkan dana sekitar 10 hingga 15 juta untuk memboyong Oma dan Opanya dari Bantargebang yang berjumlah 30 orang. Untuk mencapai itu semua, Louis yang saat ini masih berusia 9 tahun itu lantas menulis surat untuk para calon donaturnya.

“Buat sahabatku #orangbaik bisakah kalian mewujudkan mimpiku membantu mengajak Oma dan Opa yang ada di ­Bantargebang ini supaya dapat bertamasya bersamaku? Donasi sahabat ­sekalian akan aku gunakan untuk ­transportasi, makan siang dan makanan kecil untuk Oma dan Opa, suvenir, tiket masuk, sewa kursi roda untuk Oma dan Opa yang tidak kuat berjalan,” ­katanya, membacakan ulang surat yang ditulisnya. (Gas/M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More