Jumat 19 Juli 2019, 17:57 WIB

Anies: Saya Bukan Studi Banding di Luar Negeri, tapi Ceramah

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Anies: Saya Bukan Studi Banding di Luar Negeri, tapi Ceramah

AFP/Adek Berry
Gubernur DKI Jakarta

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan kepergiannya keluar negeri selama 10 hari bukan untuk studi banding. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2014-2016 itu menegaskan bahwa ia membawa misi memperkenalkan dan memaparkan kemajuan yang dicapai Jakarta agar dipandang sejajar oleh kota-kota lainnya di dunia.

"Ini yang perlu saya garis bawahi, pergi itu jangan dibayangkan sebagai kegiatan studi banding. Pergi itu ialah meyakinkan semua pihak anda lihat Jakarta. Jakarta tidak kalah dengan ibukota-ibukota yang lain," kata dia di Balai Kota, Jakarta, Jumat (19/7).

Baca juga: Nelayan dan LSM perlu Diundang Bahas Raperda Zonasi Teluk Jakarta

Sehingga, sambung Anies, tidak etis mempertanyakan hasil agendanya selama keluar negeri. Hal ini sekaligus menepis kritikan yang datang dari DPRD bahwa kegiatan Anies di luar negeri harus membawa hasil.

Menurutnya, meyakinkan pemerintah dari kota-kota lain di dunia bahwa Jakarta telah berkembang pesat cukup penting. Sebab, nantinya Jakarta akan dipercaya menyelenggarakan agenda internasional.

"Jadi pergi itu bukan untuk nonton studi banding. Justru ke sana memberikan ceramah, memberikan paparan, meyakinkan masyarakat dunia bahwa Jakarta siap dan seperti juga pembicaraan ini itu kita siapkan dengan baik dengan tertib," pungkasnya.

Sebelumnya, Anies mengadakan kunjungan kerja luar negeri ke Kolombia dan Amerika Serikat pada 9-18 Juli lalu. Meski hanya melakukan paparan, Anies juga membawa sebuah hasil positif dari kegiatan tersebut yakni Jakarta terpilih menjadi tuan rumah balap Formula E.

Di sela kunjungan tersebut Anies bertemu langsung dengan penyelenggara Formula E untuk mendiskusikan Jakarta sebagai tuan rumah. Menurutnya, Jakarta sudah dibidik menjadi tuan rumah Formula E sejak awal tahun ini.(OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More