Jumat 19 Juli 2019, 17:12 WIB

Jokowi Diminta Jauhi Politik 'Dagang Sapi' Saat Isi Kursi Menteri

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Jokowi Diminta Jauhi Politik

MI/Susanto
Wasekjen PP Pemuda Muhammadiyah, David Krisna Alka

 

DEKLARATOR Jaringan Intelektual Berkemajun (JIB), David Krisna Alka, menyarankan dalam kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin berisi tokoh-tokoh profesional dan berintegritas tinggi.

Ketika diminta keterangan soal calon pembantu Jokowi 2019-2024, David seiya-sekata dengan saran tokoh bangsa, Buya Syafii Maarif.

Baca juga: Puan Dianggap Pantas jadi Ketua DPR

"Ya, dalam berbagai kesempatan Buya Syafii berpesan supaya Pak Jokowi menjauhi politik `dagang sapi` ketika menunjuk anggota kabinet nanti" tegas David Krisna Alka yang juga Peneliti Senior MAARIF Institute ini, Jumat (19/7).

Sejalan dengan saran Buya Syafii dalam berbagai komentar di media, David menjelaskan, secara politik lumrah adanya apabila Presiden mengakomodasi kepentingan partai politik untuk jabatan menteri. Tapi, Presiden tak boleh asal-asalan menunjuk para pembantunya. "Presiden harus memilih menteri yang memiliki kompetensi, profesional, dan integritasnya tinggi, bukan integritasnya lembek" kata David.

Pesan moral Buya Syafii, tambah David,  pembantu presiden juga harus bermoral, memiliki visi bekerja, tanggung jawab besar, dan mengerti apa tugasnya.

David juga merekomendasikan tokoh-tokoh profesional dari JIB untuk menduduki kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. "JIB memiliki tokoh-tokoh profesional dan berintegritas yang bisa dipertimbangkan oleh Pak Jokowi di antaranya, Direktur Perludem Titi Angraini, Direktur Pusako Feri Amsari, Kornas JIB Abdullah Sumrahadi, Intelektual JIB Dina Afrianty, dan Komisioner Komnas HAM Amiruddin Ar Rahab" jelas David.

Selain itu, Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah ini juga menyarankan tokoh ormas keagamaan Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti untuk dapat Jokowi pertimbangkan.  "Perlu banyak tokoh-tokoh baru yang cakap, bersih dan integritasnya mumpuni" ungkap David.

Menurut David, sesuai saran Buya Syafii di berbagai media, pembantu presiden tak boleh berpura-pura dalam bekerja, karena Jokowi mau meninggalkan warisan untuk Indonesia yang lebih berkemajuan. (RO/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More