Jumat 19 Juli 2019, 12:00 WIB

PLT Sampah Pertama Beroperasi di Surabaya

Atikah Ishmah Winahyu | Ekonomi
PLT Sampah Pertama Beroperasi di Surabaya

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.

 

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan 12 pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) dapat mulai beroperasi dalam rentang waktu 2019 hingga 2022.

Pembangunan PLTSa itu juga sebagai bentuk tanggung jawab menyediakan energi terbarukan berbasis biomassa setempat. Upaya itu dinilai mampu menciptakan penyediaan energi listrik secara terjangkau, sekaligus dapat memperbaiki kualitas lingkungan.

"Membangun PLT Sampah bertujuan membersihkan sampah itu sendiri. Nilai ekonomi dari listrik yang dihasilkan adalah bonus yang patut disyukuri," ungkap Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dalam pernyataan resmi, kemarin.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menambahkan bahwa sesuai rencana, 12 pembangkit tersebut akan mampu menghasilkan listrik hingga 234 Megawatt (MW) dari sekitar 16 ribu ton sampah per hari.

Surabaya akan menjadi kota pertama yang mengope- rasikan pembangkit listrik berbasis biomassa tersebut dari volume sampah sebesar 1.500 ton/hari dengan nilai investasi sekitar US$49,86 juta. Pembangkit ini diperkirakan mampu menghasilkan daya sebesar 10 MW.

Lokasi PLTSa kedua berada di Bekasi dengan investasi sebesar US$120 juta dan menghasilkan daya 9 MW.

Selain itu, ada tiga pembangkit sampah yang berlokasi di Surakarta dengan daya 10 MW, Palembang dengan daya 20 MW, dan Denpasar dengan daya 20 MW. Total investasi untuk menghasilkan listrik dari ketiga lokasi yang mampu mengelola sampah sebanyak 2.800 ton/hari tersebut sebesar US$297,82 juta.

PLTSa di DKI Jakarta dengan jumlah investasi US$345,8 juta mampu menghasilkan daya sebesar 38 MW. PLTSa Bandung menghasilkan daya 29 MW dengan nilai investasi US$ 245 juta. Tidak ketinggalan Kota Makassar, Manado, dan Tangerang Selatan dengan kapasitas 20 MW dan investasi US$120 juta. (Aiw/E-1)

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Kebijakan New Normal Dongkrak Kesejahteraan Petani Kembali

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Juni 2020, 16:25 WIB
Faktor yang memengaruhi petani yakni harga produk pertanian mengalami tekanan diakibatkan oleh panen raya musim tanam...
DOK KEMENTAN

Di Masa Pandemi, Produksi dan Distribusi Pertanian Aman

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Juni 2020, 16:18 WIB
Diperkirakan stok beras akhir Juni 2020 adalah 6,84 juta...
DOK KEMENTAN

Program Kementan Dinilai Efektif, Ekspor Pertanian Terus Tumbuh

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Juni 2020, 16:03 WIB
Terjadinya ekspor karena produksi pangan surplus sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, namun juga pangan petani Indonesia...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya