Jumat 19 Juli 2019, 07:30 WIB

Ekspor Otomotif Terus Digenjot

Dero Iqbal Mahendra | Otomotif
Ekspor Otomotif Terus Digenjot

MI/RAMDANI
Pengunjung memadati area pameran pada pembukaan pameran otomotif ke-27 Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE BSD,.

WAKIL Presiden Jusuf Kalla meminta agar ekspor produk otomotif Indonesia terus digenjot. Pasalnya, industri nasional masih memiliki potensi untuk mengembangkan pasar otomotif.

"Seperti yang tadi disampaikan, (ekspor otomotif) kita masih ketinggalan dengan Thailand," ujar Jusuf Kalla dalam sambutan pada pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di Tangerang, kemarin.

Pameran otomotif dengan tema Future in motion itu berlangsung hingga Minggu (28/7).

Wapres Kalla mengatakan pemerintah berupaya mendo-rong pertumbuhan industri otomotif dengan meningkatkan kapasitas industri manufaktur dalam negeri. Di samping itu, membangun infrastruktur pendukung seperti pembangunan Pelabuhan Patimban di Karawang, Jawa Barat.

"Pemerintah akan berupaya sebaik-baiknya karena kami sadari industri mobil punya multiplier effect (efek pengganda). Industri ini punya ratusan ribu vendor, ratusan mungkin jutaan pekerjaan yang mendukung," jelasnya.

Menurut Kalla, perkembangan industri otomotif mencerminkan kesejahteraan sebuah bangsa. "Tanda kemajuan ekonomi suatu bangsa kalau sudah macet. Mana ada negara yang miskin rakyatnya bisa beli mobil?"

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan ekspor otomotif Indonesia pada 2018 mencapai 250 ribu unit dengan pangsa pasar sekitar 80 negara, termasuk lima negara tujuan utama eks-por, yaitu Filipina, Arab Saudi, Jepang, Meksiko, Vietnam.

Pada tahun ini, ekspor otomotif ditargetkan mencapai 400 ribu unit dan diharapkan terus meningkat setiap tahunnya sehingga pada 2025 industri otomotif nasional dapat melakukan ekspor sebesar 1 juta unit. (Dro/Hym/Try/X-10)

 

Jurnal GIIAS | Hlm 15               

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More