Jumat 19 Juli 2019, 00:27 WIB

Perempuan Pendonor Darah Masih Sedikit

Rosemary C. Sihombing | Humaniora
Perempuan Pendonor Darah Masih Sedikit

Dok. Tupperware Indonesia
Donor darah

 

KAUM perempuan yang mendonorkan darah hingga saat ini baru 27% dari total pendonor di Indonesia. Untuk itu Palang Indonesia (PMI) berharap semakin banyak kaum perempuan yang mendonorkan darah.

"Memang ada beberapa kendala yang dialami perempuan, misalnya, menstruasi, habis melahirkan, takut pingsan, dan lain sebagainya. Tetapi bila dipersiapkan kaum perempuan tetap aman mendonorkan darahnya," ujar  dr Ria Syafitri Evi Gantini, M.Biomed, Kepala Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, pada acara Donor Darah A Drop for Hopes- 1 Aksi untuk 28 Kebaikan, di Jakarta, kamis (18/7).

Menurutnya, memang ada persyaratan bagi pendonor yang bisa diambil darahnya. Misalnya, dalam sebulan terakhir tidak sakit, tidak mengonsumsi obat pengencer darah, tidak kurang tidur (minimal tidur lima jam), tidak mengidap penyakit hepatitis, HIV/AIDS, dan penyakit menular lainnya.

"Karena darah yang diberikan ke pasien di rumah sakit itu harus betul-betul sehat," tambah Ria.

Pada talk show yang diselenggarakan dalam rangka peringatan 28 tahun Tupperware Indonesia itu, hadir pula dr Salimar dari PMI DKI Jakarta, Direktur Marketing Tupperware Indonesia  Nurlaila Hidayaty, CEO  Komunitas Blood For Life  Valencia Mieke Randa, dan Senior Manager Museum Rekor MURI Dunia Indonesia Awan Rahargo.

Baca juga : Belum Ada Lembaga yang Menilai Standarisasi Unit Tranfusi Darah

Lebih lanjut, Nurlaila menjelaskan, kegiatan  Corporate  Social  Responsibility  (CSR) donor darah  Tupperware  diselenggarakan secara  serentak pada 15-20 Juli 2019 di 141 titik seluruh Indonesia, bertempat di kantor-kantor perwakilan resmi  Tupperware  Indonesia.

"Spesial  di  tahun  ini Tupperware  Indonesia  ingin mengajak masyarakat luas terutama para perempuan untuk memecahkan rekor MURI, yakni Donor Darah oleh Perempuan Terbanyak. Target kami 27.000 kantong darah," tambahnya.

Sementara itu, dalam sambutan tertulisnya, Senior VP & President Tupperware Indonesia, Neoh HockSeang, mengatakan, pihaknya ingin mendorong masyarakat luas untuk menumbuhkan kesadaran membantu sesama melalui donor darah.

"Tahun ini kami ingin memecahkan rekor MURI untuk Pendonor Darah Perempuan Terbanyak sehingga bisa menjadi salah-satu gerakan nyata dalam membantu sesama yang membutuhkan.” ujar HockSeang.

Selain mendonorkan darah, lanjut Nurlaila, masyarakat juga bisa  menikmati 28  manfaat  donor  darah  lainnya, yakni pemeriksaan kesehatan  secara  teratur, menyeimbangkan  kadar  zatbesi  dalam  tubuh,  menurunkan  risiko terkena  serangan  stroke, membakar kalori dalam tubuh (500 ml donor darah = 650 kalori), dan beragam lainnya.

Terkait stok darah yang biasanya kosong dalam saat-sat tertentu, seperti bulan puasa, dr Salimar mengatakan, PMI Jakarta biasanya menggalakkan donor darah sebulan sebelum puasa.

"Sebetulnya saat puasa pun boleh mendonorkan darah, karena fatwa MUI sudah mengatakan donor darah di bulan Ramadhan tidak batal, justru pahala," ujarnya.

Di sisi lain, Valensia mengatakan di komunitasnya saat ini ada 180.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka stand by bila sewaktu-waktu diminta mendonorkan darahnya.

"Kalau ada saudaraatau siapa pun yang membutuhkan darah, dan di rumah sakit kosong bisa telepon kami ke 0878 7519 5599, nanti kami cari anggota kami yang siap mendonorkan darahnya, terutama untuk darah-darah yang langka, seperti golongan darah AB," ujarnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More