Kamis 18 Juli 2019, 22:46 WIB

Eks Deputi KPK Ajukan Tema Pencegahan dan Penindakan Korupsi

Melalusa Susthira K | Politik dan Hukum
Eks Deputi KPK Ajukan Tema Pencegahan dan Penindakan Korupsi

Antara
Kapolda Sumatra Selatan Irjen Firli

 

MANTAN Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Irjen Firli mengakui menemukan kesulitan dalam menjawab soal-soal yang diajukan pada tes tahap kedua seleksi calon pimpinan KPK.

"Tadi apa yang ada di soal dijawab semua, semuanya sudah kita kerjakan. Kita selaku manusia hanya berupaya, selebihnya Tuhan yang menentukan. Di proses pimpinan KPK, kita tidak tahu siapa yang terpilih, kita hanya berupaya," ujar Firli di Pusdiklat Setneg, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (18/7).

Baca juga: Dharma Pongrekun: Penangkapan Enggak Selesaikan Masalah Korupsi

Terkait makalah yang disusunnya, Firli mengaku menyusun makalah dengan tema pencegahan dan penindakan korupsi.

"Bagaimana KPK menghadapi tantangan. Karena KPK adalah harapan seluruh rakyat Indonesia dan bisa melakukan pencegahan dan pemberantasan terhadap korupsi, dan tentu melakukan kegiatan mulai dari koordinasi, supervisi, penyelidikan, penyidikan, penuntutan, pencegahan termasuk monitoring dan peran masyarakat," ungkap Firli.

Baca juga: ICW Kritik Polri Tarik Irjen Firli

Pria yang kini menjabat Kapolda Sumatra Selatan tersebut lantas mengungkap alasannya untuk mendaftar sebagai Capim KPK. Ia mengaku terpanggil atas keterwajiban terhadap masyarakat yang membutuhkan perannya di dalam memberantas korupsi di negeri ini.

"Saya sebagai warga negara Indonesia (WNI) berkewajiban, kapanpun di manapun bertugas apabila warga membutuhkan saya, saya siap," tutup Firli.

Pada Juni, Polri menarik kembali Irjen Firli dari KPK dan dipromosikan menjadi Kapolda Sumatra Selatan. Langkah itu menuai kritik seperti dari Indonesia Corruption Watch (ICW) karena Firli saat itu menjalani proses pemeriksaan internal yang sedang dilakukan KPK.

Penindakan etik dilakukan terhadap Firli karena dia bertemu langsung dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat saat itu, Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), September 2018. Padahal, KPK tengah menyelidiki perkara yang menyeret nama TGB. (X-15)

Baca Juga

MI/Yoseph Pencawan

Lagu Ampun Bang Jago Menginspirasi Bobby Nasution

👤Yoseph Pencawan 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 23:14 WIB
Bobby meminta agar makna lagu tersebut menginspirasi para pendukungnya untuk tidak membalas fitnah atau tuduhan...
ANTARA

Inpres Nomor 9/2020 Bukti Komitmen Jokowi untuk Papua

👤Widhoroso 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 21:50 WIB
Ada empat hal yang harus diperbaiki untuk lebih meningkatkan lagi dampak positif Otsus di...
DOK MI

Birokrasi Rumit Sebabkan Rasuah Dana Transfer Daerah

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 18:20 WIB
Untuk menangani sengkarut sistem penganggaran ini, pemerintah pusat disarankan memperbaiki aturannya. Penyederhanaan birokrasi menjadi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya