Kamis 18 Juli 2019, 17:24 WIB

PT Jakarta Tambah Vonis Idrus Marham

PT Jakarta Tambah Vonis Idrus Marham

Antara/Reno Esnir
Idrus Marham

 

PENGADILAN TinggI Dki Jakarta menambah vonis Idrus Marham menjadi 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta atau subsider tiga bulan kurungan.  Vonis tersebut lebih berat dari yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, yakni tiga tahun penjara ditambah denda Rp150 juta atau subsider dua bulan kurangan.

"Mengadili, menerima permintaan banding dari Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi dan penasihat hukum terdakwa tersebut dan menjatuhkan pidana kepada terdakwa Idrus Marham dengan pidana penjara selama llima tahun dan denda sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan bila tidak dibayar diganti kurungan selama tiga bulan," demikian tertera dalam laman sipp.pn-jakartapusat.go.id yang dilihat di Jakarta, Kamis (18/7).

Baca juga: Antasari Azhar: UU KPK Perlu Direvisi

Putusan tersebut diambil pada 9 Juli 2019 dengan ketua majelis hakim I Nyoman Sutama serta dua hakim anggota, Mohammad Zubaidi serta Achmad Yusak.

Idrus Marham dinyatakan bersalah menerima suap Rp2,25 miliar dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo terkait proyek PLTU Riau-1. Dia dinyatakan bersalah melanggar Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Saat ini Idrus ditahan di Rutan KPK. Selama masa penahanan, Ombudsman menemukan pelanggaran prosedur pengawalan terhadap politisi Golkar itu saat menjalani pengobatan. (OL-8)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More