Kamis 18 Juli 2019, 17:02 WIB

Joko "Getah-Getih" Sebut Karyanya Diganti karena Faktor Usia

Rifaldi Putra irianto | Megapolitan
Joko "Getah-Getih" Sebut Karyanya Diganti karena Faktor Usia

Antara/Dhemas Revianto
Petugas Suku Dinas Kehutanan Jakarta Pusat mengganti tanaman yang rusak di sekitar instalasi bambu Getah Getih, Jakarta, Minggu (23/6)

 

HANYA berusia 11 bulan, istalasi seni bambu Getah Getih karya seniman kelahiran Cimahi, Jawa Barat Joko Avianto dibongkar Pemprov DKI Jakarta, semalam. Instalasi bambu itu selama ini dipajang di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.

Joko mengatakan, karyanya itu memang sudah waktunya diganti karena termakan usia.

"Itu sudah direncanain, sudah ada perencanaan karya itu tahan sampai satu tahun walaupun sebenarnya perencanaan waktu itu hanya untuk enam bulan, " kata Joko saat dihubungi, Kamis (18/7).

Namun ia menjelaskan, karya seni seharga sekitar Rp550 juta tersebut sejatinya memiliki kekuatan yang berbeda-beda, tergantung kondisi lingkungan kawasan.

Baca juga: Bambu Getah Getih Dibongkar, Warga: Sudah Kelihatan tak Layak

"Pengalaman saya di tiap kota, lingkungan beda-beda kekuatannya ga bisa dibandingin. Bambu itu material strukturnya terdiri dari fiber dan pori-pori menyerap air, menyerap udara. Bambu itu jadi kayak indikator lingkungannya. Kalo lingkungannya udah polutif banget ya begitu kejadiannya, " jelasnya.

Di Jerman dan Jepang, Joko mengaku bambunya itu bisa bertahan lebih dari setahun saat ini menggelar pameran.

"Ya kalau pengalaman saya dan di kota-kota lain yang lingkungannya enggak polutif itu akan lebih lama. Kalau dibandingin karya saya yang di Jerman 2015 lalu, ya sampai satu tahun kawatnya ga karatan masih bagus, " ucapnya.

Karya seni yang memiliki makna konsep dari perjuangan pasukan Majapahit yang bermakna kekuatan dan persatuan tersebut selama ini selalu di lakukan perawatan.

"Perawatan sudah tiga kali, Saya kasih pelapis lagi untuk menahan air dari luar ya, cat sih intinya cat kaya semacam vernislah untuk kayu itu terus ada perawatan-perawatan lain, " ungkapnya.

Hingga saat ini Ia mengaku belum mendapatkan permintaan dari Pemprov untuk pemesanan instalasi baru.

"Saya rasa belum ada pembicaraan apa-apa, " sebutnya.

Instalasi bambu itu diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Agustus 2018 guna menyemarakkan Aisan Games 2018. Karya seni bambu itu juga sempat menngundang pro dan kontra. Kini, karya seni tersebut telah diganti dengan tanamn-tanaman hias. (Ol-8)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More