Kamis 18 Juli 2019, 15:34 WIB

Soal Bambu Getah Getih, Anggota DPRD: Dulu, Katanya Tahan Lama?

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Soal Bambu Getah Getih, Anggota DPRD: Dulu, Katanya Tahan Lama?

MI/Pius Erlangga
Instalasi seni saat terpasang di Bundaran Hotel Indonesia.

 

KETUA Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyebut pemasangan intalasi seni pilinan bambu Getah Getih di Bundaran HI mubazir.

Diketahui anggaran untuk karya seni itu lebih dari Rp500 juta dan hanya bertahan 11 bulan sejak dipasang pada Agustus 2018.

"Yang pertama mubazir. Yang kedua, dulu kan pernah kita pertanyakan, katanya kan tahan lama karena punya alat untuk bisa membuat bambu tahan lama begitu loh. Itu awal yang kita dengar seperti itu," ujarnya saat dihubungi Kamis (18/7).

Gembong menegaskan fakta yang disampaikan karya seni tersebut bisa tahan lama tidak sesuai dengan kenyataan. Untuk itu, ia menegaskan Pemprov DKI harus lebih hati-hati dalam membelanjakan anggaran sehingga manfaatnya lebih maksimal dirasakan masyarakat.

"Sudah pasti itu harus hati-hati kan duit rakyat tidak sedikit. Bahwa saat itu kita berikan apresiasi kepada Gubernur Anies Baswedan untuk menghidupkan kreativitas seni untuk ditampilkan di DKI Jakarta ya, tapi harus proporsional," tegasnya.

Baca juga: DPRD Pertanyakan Pembongkaran Instalasi Getah Getih

Anggota Komisi A DPRD DKI itu tetap mengapresiasi Getah Getih sebagai sebuah karya seni. Namun, ia tetap menginginkan adanya pemilihan konten yang bisa lebih tahan lama.

"Jadi karena seniman perlu diapresiasi diberikan ruang juga. Cuma masalahnya dalam pemilihan konten," ungkapnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta membongkar karya seni Getah Getih yang sudah terpasang di Bundaran HI sejak Agustus 2018. Pembongkaran dilakukan karena material bambu yang digunakan telah rapuh tergerus cuaca. (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More