Kamis 18 Juli 2019, 11:43 WIB

Masyarakat Diimbau Terus Kurangi Barang Berbahan Plastik

Eni Kartinah | Humaniora
Masyarakat Diimbau Terus Kurangi Barang Berbahan Plastik

Istimewa
Termos gelas atau tumbler thermos sebaiknya dari bahan stainless steel.

 

Penggunaan wadah botol plastik untuk konsumsi air telah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat. Seiring dengan kebutuhan tersebut, penggunaan botol plastik pun semakin meningkat setiap harinya.  

Seperti diketahui bahwa materi dari bahan plastik dapat menimbulkan bahaya baik bagi kesehatan tubuh maupun lingkungan. Beberapa dampak bahaya zat kimia dari plastik yang terbuang dan menjadi sampah antara lain dapat menyebabkan gangguan sistem motorik.

Tidak hanya itu, kandungan dalam bahan plastik bisa menurunkan daya tahan tubuh dan yang paling berbahaya dapat menyebabkan penyakit kanker. Sementara itu, dampak terbesar bagi lingkungan adalah pencemaran air dan tanah yang dapat mengganggu ekosistem alam dan makhluk hidup.

“Kebiasaan masyarakat menggunakan media botol plastik untuk minum sudah menjadi gaya hidup dan kebutuhan sehari-hari," kata Andriani Melissa, Marketing Manager PT Thermos Indonesia Trading

"Namun tanpa disadari, penggunaan botol plastik tersebut sangat berbahaya karena zat kimia yang terkandung di dalamnya dapat meresap ke dalam makanan atau minuman," ucap Andriani.

Melalui program lingkungan ini, PT Thermos Indonesia selalu mengimbau masyarakat untuk mulai mengganti botol plastik dengan tumbler thermos atau gelas termos berbahan stainless steel yang lebih terjamin keamanannya bagi tubuh seperti Thermos Ultra Light Tumbler JNR-500.
 
“Thermos Ultra Light Tumbler JNR-500 adalah varian terbaru yang dilapisi dengan bahan stainless steel yang aman bagi kesehatan dan lingkungan. Memiliki kapasitas 0,5 liter dengan desain tampilan yang stylish, sangat ringan, antibocor yang dapat digunakan untuk menyimpan air panas dan dingin," tambah Andriani.

Hana Nur Auliana, praktisi lingkungan dari Waste4Change, lembaga sosial yang memiliki misi memberikan layanan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab untuk Indonesia bebas sampah mengatakan, “Penggunaan botol minum tumbler adalah salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik dari kemasan air minum yang kita konsumsi sehari-hari."

"Pengurangan lainnya adalah dengan melakukan daur ulang sampah plastik tersebut, karena apa bila kita tidak mulai mengurangi jumlah plastik maka dalam kurun waktu 50 tahun ke depan laut kita akan lebih banyak diisi plastik ketimbang ikan,” kata Hana. (OL-09)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More