Kamis 18 Juli 2019, 07:50 WIB

PT PNM akan Dapat Tambahan Modal Rp2 T dari APBN 2020

Atalya Puspa | Ekonomi
PT PNM akan Dapat Tambahan Modal Rp2 T dari APBN 2020

Antara
Ilustrasi

 

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero akan mendapatkan tambahan penyertaan modal pada APBN 2020 sebesar Rp2 triliun. Direktur Utama PT PNM Arief Mulyadi menyatakan, modal tambahan tersebut akan digunakan sepenuhnya untuk modal kerja pembiayaan kepada nasabah PNM.

"Tujuannya untuk modal kerja pembiayaan. Dalam proposal yang kami sampaikan ke pemerintah Rp2 triliun itu akan kami leverage," kata Arief di Padang, Sumatera Barat, Rabu (17/7).

Adapun hingga akhir tahun 2019 PNM memproyeksikan menyalurkan dana sebesar Rp13,5 triliun, dengan rincian PNM Mekar Rp10 triliun dan PNM Ulamm pada kisaran Rp3,5 triliun. Selain itu, PNM juga menarget untuk menambahkan jumlah nasabah PNM Mekar dari 4,833 juta menjadi 6 juta pada akhir tahun 2019, dan 10 juta pada 2020 medatang.

Arief menyatakan, seiring dengan meningkatnya kualitas nasabah PNM, pendanaan yang dibutuhkan oleh PNM juga semakin meningkat.

"Di tahun ini, tahun keempat mekar nasabah yang tadinya plafonnya cuma Rp2 juta meningkat semua. Sampai saat ini plafonnya Rp5 jt ada 8%. Itu menyebabkan peningkatan dana karena meningkatnya plafon pendanaan mereka," tutur Arief.

Selain bersumber dari APBN, PNM juga mendapatkan aliran dana dari perbankan, hibah dari perusahaan BUMN hingga hasil penjualan obligasi.

"Sampai saat ini sumber pendanaan kami dari obligasi cukup tinggi. Ada 74% bersumber dari pasar modal dibanding perbankan," katanya.

baca juga: Pemerintah Susun Aturan Perdagangan Lintas Batas E-Commerce

Dengan terus mengembangkan PNM, Arief berharap pihaknya dapat berkontrbusi untuk memutus rantai kemiskinan di Indonesia, khususnya lewat PNM Mekar.

"Kalau nasabah PNM Mekar tidak bisa keluar dari kemiskinan, tapi setidaknya kita bisa memutus rantai kemiskinan. Dengan memberikan bantuan kepada nasabah untuk memenuhi kebutuhan hidup, mulai dari pendidikan hingga gizi anak-anaknya," tukas Arief. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More