Kamis 18 Juli 2019, 07:10 WIB

Caleg Terpilih Siap Menjadi Lokomotif Perubahan

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Caleg Terpilih Siap Menjadi Lokomotif Perubahan

MI/MOHAMAD IRFAN
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memberikan kuliah umum kebangsaan kepada caleg terpilih pada acara Sekolah Legislatif Partai NasDem.

 

TANTANGAN Presiden Joko Widodo kepada anggota legislatif untuk mengubah pola pikir dan menghindari tumpang-tindih dalam menelurkan regulasi ditanggapi positif sejumlah kader partai yang lolos Pileg 2019.

Mereka menegaskan kesiapan menjadi lokomotif penghela perubahan bersama eksekutif untuk mencapai kemajuan bangsa.

Demikian rangkuman pendapat dari para wakil rakyat terpilih dalam kesempatan berbeda, kemarin.

"Sebagai caleg terpilih dari Partai NasDem, saya harus membawa ide dan gagasan baru ke parlemen. Bangsa ini butuh keteladanan seperti itu," kata anggota DPR terpilih dari Partai NasDem, Martin Manurung, di Kampus Akademi Bela Negara (ABN) NasDem, Jakarta, kemarin.

Dengan keteladanan dalam ide ataupun gagasan, lanjut Martin, publik bisa menilai bahwa partai politik benar-benar mampu menjadi motor pembaruan pola pikir, terutama dalam menggodok produk legislasi demi kemajuan bangsa.

Ketika memberikan kuliah umum kepada para anggota DPR Partai NasDem, Selasa (16/7), Presiden terpilih 2019-2024 Jokowi mengajak anggota DPR berpikir bersama eksekutif untuk mengakselerasi kebijakan demi kemajuan bangsa.

"Saya mengajak kita semua membangun nilai baru menuju Indonesia maju. Kini, di pusat (DPR) membuat undang-undang itu-itu saja. Di daerah juga membuat perda itu-itu saja. Mestinya visinya ke depan bagaimana UU perpajakan digital dan UU mengenai big data. Itu yang diperebutkan," ujar Jokowi.
Tidak berlebihan apabila Jokowi menggagas pembentukan badan regulasi nasional untuk mencegah tumpang-tindih peraturan. Hingga tahun lalu, pemerintah pusat dan daerah merilis 42 ribu peraturan lebih. Banyak di antaranya tak sinkron satu dengan yang lain.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam diskusi tentang reformasi regulasi, 13 Februari lalu, menekankan perlunya reformasi regulasi untuk mencegah tumpang-tindih yang banyak dikeluhkan investor asing maupun domestik.

Anggota DPR terpilih dari Partai Gerindra, Andre Rosiade, sepe-mahaman dengan Jokowi bahwa dewan memerlukan sosok yang mampu membawa pola pikir baru dan orisinal dalam pembahasan setiap undang-undang.

"Itu akan menjadi ukuran kinerja selain integritas dan moralitas. Saya siap transparan agar diketahui publik. Setiap sidang saya rekam dan posting di Youtube agar masyarakat tahu kinerja saya," ungkap Andre.

Anggota legislatif terpilih dari PDI Perjuangan, Junico Siahaan, menambahkan perlunya pola pikir yang mengedepankan nilai-nilai kebinekaan dalam proses legislasi. "Bila itu sudah tercapai, DPR bisa membawa nilai-nilai itu dengan maksimal ke masyarakat."

Cemerlang
Sementara itu, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh kembali mengedepankan pentingnya moralitas bagi setiap anggota dewan. Surya mengemukakan itu di depan peserta Sekolah Legislatif Partai NasDem 2019 Angkatan Pertama, kemarin.

"Kalau partai politik diisi orang-orang yang bisa menjaga nilai dan asas kepantasan, percayalah pasti bangsa ini cemerlang. Anggota dewan harus menjadi agen perubahan dan optimistis dalam rangka pengu-atan pembangunan kebangsaan," tandas Surya. (Ins/Pro/X-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More