Kamis 18 Juli 2019, 04:00 WIB

Korban Gempa Diguyur Bantuan

Sri Utami | Nusantara
Korban Gempa Diguyur Bantuan

MI/Denny Susanto
ACT-MRI bantu korban gempa Maluku Utara

 

PEMERINTAH terus memastikan kehadirannya di tengah korban bencana alam. Lewat Kementerian Sosial bantuan dialirkan ke Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, yang diguncang gempa, Minggu (14/7).

“Kami menyalurkan bantuan senilai Rp1,39 miliar untuk membantu korban gempa. Bantuan sudah didistribusikan ke sembilan desa,” papar Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Kementerian Sosial, Harry Hikmat, Rabu (17/7).

Gerak cepat pengiriman bantuan dilakukan dalam bentuk beras, lauk-pauk, tenda, dan santunan bagi korban yang meninggal dunia. Korban meninggal mendapat santunan Rp15 juta per orang.

Sampai kemarin, Kementerian Sosial mencatat adanya 981 bangun­an yang rusak di sembilan desa. Korban meninggal dunia berjumlah 5 orang, yakni Aisyah, 50, Asfar Mukmat, 25, Sagaf Girato, 50, Wiji Siang, 60, dan Saimah, 90.

Untuk menolong korban, Kementerian sosial mengirim tim bantuan yang terdiri atas Taruna Siaga Bencana, pendamping Program Keluarga Harapan dan Pilar Sosial. Tim dipimpin Harry Hikmat.

“Untuk mencapai Desa Gane Luar, desa terparah, tim harus menempuh perjalanan selama 10 jam dari Kota Ternate. Di desa ini ada 380 rumah yang rusak,” cerita Harry.

Untuk sampai di desa itu, tim harus menggunakan speedboat selama 1 jam, mobil 5 jam, dan sepeda motor 2 jam. Minimnya transportasi juga menjadi kendala penyaluran bantuan hingga daerah tersulit.

Hari ini, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita akan mengunjungi para pengungsi di Desa Gane Dalam.

Sementara itu, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Agus Wibowo, mengaku BNPB sudah mengirim satu helikopter Mi-8 untuk mendistribusikan bantuan ke daerah ini. “Bantuan itu di antara­nya berupa tenda.”

Kerugian Bali
Dari Denpasar dilaporkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bali terus mendata korban dan kerusakan akibat gempa yang terjadi Selasa (16/7). “Data terakhir mencatat ada 38 bangunan yang rusak berat dan ringan. Bangunan rusak terdiri atas tempat ibadah, sarana pendidikan, kesehatan, kantor pemerintah, fasilitas umum, hotel, kios, dan rumah warga,” papar Kepala BPBD Bali, Made Rentin.

Daerah yang paling parah terdampak ialah Kabupaten Badung. Kerusakan juga dilaporkan terjadi di semua kabupaten dan kota meski tidak separah Badung. Total kerugian akibat kerusakan bangunan ditaksir mencapai Rp800 juta-Rp1 miliar.

Bandara Internasional Ngurah Rai juga terdampak. “Ada keretakan di sejumlah bangunan. Namun, pengelola bandara memastikan kerusakan tidak mengganggu mobilitas penumpang,” lanjut Rentin.

BPBD Bali juga mencatat jumlah korban luka yang teridentifikasi mencapai delapan orang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian alam itu. “Penanganan terhadap para korban sudah dilakukan. Semua biaya ditanggung pemerintah daerah, terutama yang dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyatakan Bali tetap aman untuk dikunjungi. “Kami minta seluruh industri wisata menyampaikan kepada tamu bahwa Bali aman dan tetap aman untuk dikunjungi.” (OL/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More