Rabu 17 Juli 2019, 16:55 WIB

Presiden Jokowi Pelindung Kebudayaan Indonesia

mediaindonesia.com | Humaniora
Presiden Jokowi Pelindung Kebudayaan Indonesia

Ist
Sekretaris Jenderal Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), RA Yani WSS Kuswodidjojo (kiri) dan Presiden Joko Widodo

 

SEKRETARIS Jenderal Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), RA Yani WSS Kuswodidjojo, mengungkapkan, Presiden Joko Widodo adalah seorang pemimpin yang melindungi kebudayaan dan adat di Indonesia. Terbukti dengan diayominya raja-raja dan keraton kerajaan/kesultanan di seluruh Indonesia.

"Presiden Jokowi memberi secercah harapan bagi kami di FSKN-FKIKN karena marwah kerajaan dan kesultanan Indonesia itu  benar-benar dijaga, sebab dari sanalah Sumber dan Akar Budaya Indonesia yang sesungguhnya," kata Bunda Yani, sebutan akrabnya, di Jakarta, Rabu (17/7).

Menurutnya, alasan budaya Indonesia wajib dijaga sebab ketika budaya asing diera global masuk ke Indonesia dengan derasnya hanya bisa diredam melalui persatuan di dalam budaya.

"Kita memerlukan ketahanan nasional dan itu ada didalam budaya yang telah menyatu didalam UUD 1945, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya.

"Kerajaan di Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua sekarang masih ada berjumlah 50-an yang ada Istana kerajaan, belum lagi kerajaan-kerajaan kecil di bawahnya. Kami senang dan bangga karena Presiden Jokowi sangat memperhatikan bahkan beberapa kerajaan akan  direvitalisasi, misalnya Istana Maimun Sumatra Utara.

Alasannya pemerintah ingin menjadikan kerajaan dan keraton Indonesia sebagai destinasi pariwisata," imbuh Pengageng Kesultanan Sumenep ini.

 

Baca juga: Ombudsman Minta Kemeninfo tidak Blokir IMEI

 

Melalui Jokowi, Bunda Yani secara pribadi merasakan mendapat seorang pemimpin yang memiliki jiwa yang melestarikan budaya bangsanya.

"Sebab itu saya berjuang menjadi relawan masuk di Bravo Lima mendukung Jokowi, saya keliling ke kerajaan-kerajaan dan mencoba menerangkan kepada masyarakat adat juga penerus kerajaan agar bisa menjadi benteng daya tahan untuk nasional, akibat dari gempuran globalisasi, kita itu harus bisa mengkombinasikannya antara kesenian dengan budaya adat tradisi yang kita punya, melalui pemimpin yang pemerhati budaya," sebutnya.

Badan PBB UNESCO saat ini telah mulai memperhatikan budaya kerajaan melalui upaya kerja sama di dalam segala hal, terutama dalam literasi.

"UNESCO bekerja sama dalam setiap even, untuk bagaimana budaya kerajaan bukan hanya tarian dan musik tapi bagaimana literasi semua sejarah ini, karena penting bagi generasi penerus kita.

Contohnya di Sumenep yang terkenal adalah jamu-jamuan dan obat-obatan herbal masih tertulis dalam tulisan Arab gundul, itu baru satu kerajaan belum yang lain. Nah kalau bukan kita para generasi penerusnya yang menjaga dan melestarikan ini," ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan, Presiden Jokowi juga telah menyetujui adanya dana abadi kebudayaan yang ditujukan sebagai salah satu bentuk pendanaan pemajuan kebudayaan sebagai pendamping APBN dan APBD yang langsung dapat diakses oleh pemangku kepentingan dan penerima sebagai pelaksanaan dari amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. (RO/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More