Rabu 17 Juli 2019, 20:31 WIB

Tingkatkan Kualitas SDM, Pemkab Gianyar Lakukan Inovasi

MICOM | Nusantara
Tingkatkan Kualitas SDM, Pemkab Gianyar Lakukan Inovasi

ANTARA
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Gianyar, I Made Suradnya dalam sesi foto.

 

UNTUK mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sesuai visi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ternyata tidak perlu biaya mahal. Terbukti dengan inovasi “Goyang Gayo” Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Bali, berhasil masuk  Top 45 Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Pemkab Gianyar lolos dari sekitar 3.000 inovasi se-indonesia. “Inovasi ini merupakan 99 inovasi yang lolos nasional. Inovasi ini merupakan gerakan mengajak masyarakat mengkonsumsi garam beryodium, karena zat yodium berfungsi memperlancar metabolisme sehingga perkembangan dan pertumbuhan, kecerdasan dan mencegah beberapa penyakit seperti gondok. Bukan hanya itu Goyang Gayo juga mengajarkan masyarakat agar pintar menggunakan garam beryodium, misalnya tata cara penggunaan yang baik sehingga rasanya tidak pahit," ujar Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra di Gianyar pada Rabu, (17/7).

“Goyang Gayo adalah gerakan semua orang mengkonsumsi garam beryodium. Pertamanya dilakukan tahun 2017 di Desa Sukawati, lalu tahun 2018 diikuti di 6 desa lainnya di Kecamatan Sukawati. Inovasi ini muncul karena cakupan penggunaan garam beryodium terstandar (kadar iodium 39-80 ppm) sangat rendah yaitu hanya 3,8 persen dari target 90 persen. Kondisi ini diakibatkan kurang pahamnya warga terhadap manfaat, penggunaan, mendapatkan gayam yang memenuhi standar.”

“Garam beryodium ini merupakan hal kecil yang berdampak besar,  hingga mampu meningkatkan kecerdasan terutama anak, apalagi kini Gianyar sedang gencar menanggulangi dan mencegah stunting”, tambah I Made Agus Mahayastra.

Bupati gianyar optimistis dengan penggunaan Garam Beryodium akan meningkatkan kualitas SDM. “Rendahnya pencapaian penggunaan garam beryodium disebabkan beberapa faktor seperti gaya hidup ibu rumah tangga hingga karena rasanya yang pahit, padahal jika dimanfaakan dengan baik, rasa pahit itu disebabkan karena penggunaan terlalu banyak dan dimasak terlalu lama. Kami memang tidak bisa membatasi penggunaan garam biasa, namun kami bisa mendidik masyarakat tentang fungsi garam beryodium," papar I Made Agus Mahayastra.

Hal senada yang disampaikan Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Cahyani. “Jika garam beryodium merupakan hal kecil yang berdampak besar. Penggunaan garam yang masih kecil membutuhkan perhatian lintas sektoral sehingga bisa berjalan sesuai harapan. Kegiatan evaluasi Goyang Gayo yang dilaksanakan pertengahan 2019 di Banjar Kebalian Desa Sukawati menunjukkan peningkatkan yang cukup drastis. Awalnya tahun 2017 penggunaan garam beryodium hanya 3,8 persen, pada tahun 2018 menjadi 65 persen dan tahun 2019 menjadi 76 persen," pungkas Ida Ayu Cahyani. (A-3)

Baca Juga

Ilustrasi

Kasus Denny Siregar Dilimpahkan ke Polda Jabar

👤Adi Kristiadi 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:32 WIB
Polresta Tasikmalaya telah melimpahkan penanganan kasus dugaan tindak pidana penghinaan atau pencemaran nama baik yang dilakukan, oleh...
MI/Supardji Rasban

Kekeringan Petani Cabai Brebes Merugi

👤Sipardji Rasban 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:27 WIB
"Sekarang sekali panen cuma dapatnya dalam hitungan kilogram. Ya,paling banyak 10 kilogram sekali panen," ujar Kholidin yang...
MI/ BARY FATHAHILAH

Pedagang Pernak-pernik Kemerdekaan Terdampak Covid-19

👤M Taufan SP Bustan 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:20 WIB
Pedagang pernak-pernik untuk perayaan HUT ke-75 Republik Indonesia yang mulai menjamur di jalanan Palu, Sulawesi Tengah, mengaku sepi...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya