Rabu 17 Juli 2019, 18:19 WIB

Anggota DPR Dorong Mendag Lobi Tiongkok Perbanyak Serap Produk RI

Antara | Ekonomi
Anggota DPR Dorong Mendag Lobi Tiongkok Perbanyak Serap Produk RI

MI/M Irfan
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Inas Nasrullah Zubir

 

WAKIL Ketua Komisi VI DPR RI Inas Nasrullah Zubir berharap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dapat melobi pemerintah Tiongkok agar dapat lebih membuka dan memudahkan produk ekspor Indonesia untuk masuk.

Inas Nasrullah Zubir kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/7), menyarankan Mendag dapat pergi ke Tiongkok untuk melobi dan mengetahui apa yang dibutuhkan di sana, apalagi beban biaya tenaga kerja di Tiongkok dinilai relatif mahal.

"Jadi apa yang bisa produksi bisa kita tawarkan. Ya saya kira kalau emang ada yang bisa dibicarakan, perlu ke Tiongkok," kata Inas.

Sebagaimana diketahui, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Beijing dan Shanghai, Tiongkok pada 18-23 Juli.

Kunjungan tersebut adalah dalam rangka menghadiri pertemuan dengan importir produk Indonesia dan pembukaan kantor ITPC atau Pusat Promosi Perdagangan Indonesia di Shanghai.

Baca juga: Pemerintah Optimistis Pasar India Kembali Terbuka Lebar

Inas mengutarakan harapannya agar kepergian Mendag ke Tiongkok dapat membawa kabar positif sehingga kerja sama ekspor Indonesia ke Tiongkok terus meningkat untuk memperbaiki neraca perdagangan.

"Yang penting Mendag pulang bawa hasil. Tetapi Menteri Perindustrian juga harus ke sana juga untuk mencari tahu apa sih yang bisa diproduksi Indonesia diekspor Tiongkok terutama barang-barang industri barang-barang teknologi Indonesia cukup mumpuni," paparnya.

Baca juga: Mendag Intip Kesuksesan Indomie di Turki

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan di lain kesempatan menilai untuk tingkatkan ekspor pemerintah harus mencari produk yang mempunyai nilai tambah. Juga harus diperhatikan produknya memang produk olahan.

"Sehingga harga jual ekspor lebih tinggi dibandingkan dengan produk mentah. Bisa manufaktur," katanya.

Secara terpisah, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti mengatakan, surplus perdagangan yang terjadi pada Juni 2019 yaitu sebesar US$196 juta diduga juga terkait imbas perang dagang AS dengan Tiongkok.

Menurut Yunita, sebenarnya Indonesia juga memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan ekspor dengan melihat komoditas apa saja yang bisa dipasok ke Tiongkok dan juga ke AS.

Ia memprediksi sebenarnya ekspor CPO atau minyak sawit ke Tiongkok ke depannya masih bisa digenjot lebih tinggi lagi.

Pemerintah, lanjutnya, bisa mendorong lagi melakukan upaya-upaya baik internal maupun eksternal meningkatkan ekspor seperti dengan Mendag bisa melobi negara tujuan ekspor seperti Tiongkok.

Sebelumnya, Direktur Kerja Sama Pengembangan Eskpor Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Marolop Nainggolan mengatakan, Indonesia dapat memanfaatkan potensi pasar Tiongkok yang penduduknya berjumlah 1,4 miliar orang. (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More