Rabu 17 Juli 2019, 18:11 WIB

Masalah Teknis, Pesawat Garuda Pengangkut Jemaah Putar Balik

Antara | Haji
Masalah Teknis, Pesawat Garuda Pengangkut Jemaah Putar Balik

Antara
Pemberitahuan keterlambatan penerbangan

PESAWAT Garuda Indonesia yang membawa jemaah calon haji dengan tujuan Madinah, Arab Saudi, terpaksa memutar balik kembali ke Bandara Sultan Hasanudin Makassar, Sulawesi Selatan, setelah terbang sekitar empat jam karena persoalan teknis.    

Kepala Daerah Kerja Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Akhmad Jauhari, Rabu (17/7), mengkonfirmasi terjadi penundaan penerbangan pesawat pengangkut jemaah calon haji asal Indonesia ke Madinah.    

"Pesawat maskapai Garuda Indonesia yang mengangkut jemaah haji menuju Madinah, mengalami masalah teknis. Akibatnya, pesawat tersebut terpaksa kembali ke bandara asal di Makassar dan mengalami keterlambatan," katanya.        

Baca juga: Perjalanan Jemaah Haji Indonesia ke Mekah Lancar

Menurut laporan yang diterima PPIH Daker Madinah, pesawat bernomor GA1114 tersebut membawa sekitar 400 jemaah asal kloter Ujung Pandang (UPG) 14 dari Bandara Sultan Hasanuddin tujuan Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah.    

Pesawat itu, kata Jauhari, berangkat pada pukul 19.00 waktu setempat, Selasa (16/7) dan baru diberangkatkan lagi pada Rabu (17/7) pukul 06.00.    

"Sesuai laporan, pesawat sudah sempat terbang, karena ada alasan teknis sehingga kembali lagi dan baru diterbangkan 10 jam kemudian," kata Jauhari.       

Baca juga: 54.508 Jemaah Indonesia Telah Tiba di Madinah

Berdasarkan data di laman penerbangan Flight Aware, pesawat Boeing 747-400 tersebut sudah terbang selama sekitar dua jam sebelum memutuskan putar balik. Total pesawat itu sudah mengudara empat jam hingga kembali lagi ke Bandara Sultan Hasanuddin.    

Pihak Garuda Indonesia telah menginformasikan keterlambatan tersebut kepada tim PPIH di bandara Madinah dalam surat resminya. Pesawat yang seharusnya tiba pukul 01.15 waktu Saudi, molor menjadi pukul 11.25 waktu Saudi.    

"Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan akibat keterlambatan penerbangan ini," kata Garuda Indonesia.        

Jauhari mengatakan, keterlambatan penerbangan ini berdampak pada penyediaan akomodasi dan katering jemaah kloter UPG 14. Koordinasi terkait perubahan tersebut telah dilakukan oleh berbagai pihak terkait, sehingga tidak berdampak buruk bagi ibadah jemaah.    

Dari sisi katering misalnya, jika tidak dilakukan koordinasi maka makanan akan terlanjur disediakan padahal jemaah telat datang. Makanan tersebut tidak akan layak konsumsi. Untuk akomodasi, keterlambatan akan berdampak pada waktu penyewaan hotel.    

"Layanan akomodasi basisnya adalah kedatangan. Jika mengacu pada jadwal awal, tentu check outnya juga lebih cepat. Maka kami mengantisipasi berupa reploting agar hak jemaah untuk melaksanakan arbain terpenuhi," kata Jauhari. (X-15)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More