Kamis 18 Juli 2019, 10:05 WIB

Kisah Pemimpin Cinta Damai di Mahabarata 2 Teater Koma

Galih Agus Saputra | Weekend
Kisah Pemimpin Cinta Damai di Mahabarata 2 Teater Koma

Antara
Pementasan Mahabarata: Asmara Raja Dewa oleh Teater Koma tahun lalu.

SUKSES dengan pementasan 'Mahabarata: Asmara Raja Dewa, November tahun lalu, Teater Koma bersama Bakti Budaya Djarum Foundation siap mementaskan lakon 'Goro-Goro: Mahabarata 2'. Lakon ini menjadi produksi Teater Koma ke-158 dan akan berlangsung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki mulai 25 Juli hingga 4 Agustus mendatang.

'Goro-Goro: Mahabarata 2 berkisah tentang Semar dan Togog yang diutus dari khayangan untuk turun ke Marcapada (dunia) dan mengabdi pada raja-raja di sana. Semar menjadi kawan para ksatria pembela kebenaran, sekaligus mengabdi kepada Raja Medangkamulyan, Prabu Srimahapunggung. Sementara Togog menabdi kepada para raksasa pembuat onar yang dipimpin Raja Raksasa di Kerajaan Sonyataka, Prabu Bukbangkalan.

Menurut Penulis Naskah dan Sutradara 'Goro-Goro: Mahabarata 2', Nano Riantiarno, kisah yang diangkat Teater Koma kali ini akan mengajak penonton untuk membayangkan dan memikirkan seperti apa pemimpin yang mereka inginkan.

"Pemimpin yang mencintai perdamaian demi kenyamanan dan kemakmuran bersama atau justru yang mencintai pertikaian demi meraih kekuasaam tertinggi," imbuhnya, dalam konferensi pers pementasan 'Goro-Goro: Mahabarata 2', di Kampus III Universitas Tarumanagara, Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (17/7).

Tak hanya menyasar penikmat seni yang selama ini telah mengikuti berbagai pementasan yang digelar Teater Koma, pada kesempatan ini Bakti Budaya Djarum Foundation berharap agar pementasan dapat diterima oleh siapa saja, khususnya generasi milenial.

"Semoga kelanjutan kisah klasik dari Indonesia yang dikemas secara modern oleh Teater Koman ini dapat menginspirasi dan mengedukasi penikmat seni terutama generasi muda agar semakin memaknai ajaran luhur yang tersirat dalam kisah-kisah pewayangan," tutur Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian.

Tiket pementasan ini dapat dibeli melalui laman daring Teater Koma, www.teaterkoma.org, atau GO-TIX.id. Dalam pelaksanannya, pementasan ini didukung sejumlah aktor kawakam seperti Slamet Rahardjo, Idries Pulungan, Budi Ros, dan Ratna Riantiarno. Pementasan dibuka setiap hari pada pukul 19.30 WIB, kecuali pada Minggu, 28 Juli dan 4 Agustus yaitu pada pukul 13.30 WIB. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More