Rabu 17 Juli 2019, 09:36 WIB

Enam Orang Meninggal Dalam Gempa Halmahera

Mediaindonesia.com | Nusantara
Enam Orang Meninggal Dalam Gempa Halmahera

Antara
Reruntuhan rumah pascagempa di Halmahera Selatan.

 

BPBD Halmahera Selatan telah mengidentifikasikan enam korban jiwa pasca gempa magnitudo 7,2 yang terjadi pada Minggu (14/7). Lima korban diakibatkan reruntuhan bangunan, sedangkan satu korban meninggal di pengungsian.

Satu korban meninggal dunia, Saima, 90 warga Nyonyifi meninggal dunia di pengungsian daerah dataran tinggi di Desa Nyonyifi, Kecamatan Bacan Timur. Sedangkan lima orang meninggal akibat reruntuhan bangunan adalah Aisyah, 54 asal Desa Ranga-Ranga, Gane Barat Selatan, Aspar Mukmat, 20 dari Desa Gane Dalam, Gane Timur Selatan, Sagaf Girato, 50 dari Desa Yomen, Joronga, Aina Amin, 50 dari Desa Gane Luar Kecamatan Gane Timur Selatan, dan Wiji Siang, 60, dari Desa Gane Luar Kecamatan Gane Timur Selatan.

Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo menjelaskan bantuan logistik terus mengalir untuk penanganan darurat. BNPB mengirimkan satu unit helikopter Mi-8 untuk mendistribusikan bantuan, seperti tenda keluarga dan barang lainnya. Bantuan tenda lain telah disiapkan pengirimannya melalui pesawat Hercules yang tiba pada malam tadi (16/7).

"Selain pengiriman via udara, BNPB telah mengirimkan dukungan logistik melalui kapal. Bongkar muat dari kapal tanker ke kapal yang lebih kecil telah dilakukan," kata Agus Wibowo dalam keterangan resmi, Rabu (17/7).

baca juga: Sarana Melaut Terbatas, Hasil Tangkap Nelayan Rendah

Pemerintah Halmahera Selatan telah membentuk pos komando (posko) untuk melakukan penanganan darurat. Dapur umum telah dioperasikan oleh pemerintah daerah (pemda) dibantu TNI dan Polri untuk melayani 9 pos pengungsian di Kota Labuha. Pemerintah setempat menetapkan masa tanggap darurat selama 7 hari, terhitung 15-21 Juli 2019. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More