Rabu 17 Juli 2019, 08:50 WIB

Korban Gempa Halmahera Selatan masih Takut Pulang Ke Rumah

Antara | Nusantara
Korban Gempa Halmahera Selatan masih Takut Pulang Ke Rumah

Antara
Warga mencari barang di sebuah rumah rusak akibat gempa di Desa Yomen, Kepulauan Joronga, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Selasa (16/7).

 

PARA pengungsi korban gempa di sejumlah wilatah di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara masih takut kembali ke rumah. Mereka khawatir akan terjadi tsunami karena masih ada gempa susulan, pasca gempa utama berkekuatan 7,2 SR, Minggu (14/7). Seperti diungkapkan kepala Desa Rangaranga, Kecamatan Gane Barat, Derek Mathias saat ini ada 800 jiwa yang bertahan di tempat pengungsian, karena takut terjadi tsunami.

"Alasan lainnya, warga masih takut kembali ke rumah karena ada rumah yang rusak berat. Khawarir rumah-rumah itu akan roboh apabila terus menerus digoyang gempa susulan. Bahkan tidak sedikit rumah sudah ambruk rata dengan tanah," kata Derek, Rabu (17/7).

Dia menambahkan untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi warganya di pengungsian, terpaksa menggunakan dana desa. Sebab sampai sekarang   bantuan dari Pemkab Halmahera Selatan belum sampai akibat sulitnya akses transportasi.     Khusus untuk pengungsi di Kota Labuha, yang awalnya berjumlah 1.114 orang yang tersebar di sembilan titik sejak Selasa (16/7) sudah ada pulang ke rumah. Tetapi hanya pada siang hari dan pada malam harinya kembali ke tempat pengungsian.
   
Sekretaris Daerah Halmahera Selatan yang juga Ketua Tim Tanggap Darurat, Helmy Surya Botutihe memaklumi alasan para pengungsi yang masih takut kembali ke rumah itu, terutama pengungsi yang rumahnya mengalami rusak berat.    

Namun para pengungsi diimbau untuk tidak perlu lagi takut, khususnya yang terkait dengan tsunami. Sebab Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah menyampaikan bahwa gempa susulan yang masih terjadi pascagempa bumi utama 7,2 SR pada Minggu tidak menimbulkan tsunami.

Helmy menambahkan Pemkab Halmahera Selatan sejak Senin (15/7) telah menyalurkan bantuan kepada para korban gempa di berbagai daerah terdampak gempa di Halmahera Selatan. Namun kendala sulitnya akses ke lokasi bantuan itu belum semuanya sampai ke tujuan.    

baca juga: Gelar Festival Klaten Menuju Kota Ketoprak

Data dari BPBD Maluku Utara menyebutkan jumlah pengungsi akibat gempa di berbagai wilayah di Halmahera Selatan tercatat 3.000 lebih. Namun jumlah ini diduga tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya di lapangan karena data belum masuk ke BPBD.  Gempa di Halmahera Selatan sesuai data sementara mengakibatkan korban meninggal enam orang, luka berat dua orang, dan luka ringan 49 orang.  Sedangkan rumah warga yang rusak sebanyak 971 unit. Sebagian besar di antaranya rusak berat bahkan tidak sedikit rata dengan tanah. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More