Rabu 17 Juli 2019, 09:30 WIB

AS Tolak Kedatangan Kepala Militer Myanmar Terkait Rohingya

Basuki Eka Purnama | Internasional
AS Tolak Kedatangan Kepala Militer Myanmar Terkait Rohingya

AFP/YE AUNG THU
Kepala Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing

 

AMERIKA Serikat (AS), Selasa (16/7), menolak kedatangan Kepala Militer Myanmar Min Aung Hlaing dan tiga pejabat militer lainnya karena peran mereka dalam pembersihan etnik Rohingya di negara Asia tenggara itu.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan mereka memiliki bukti kuat bahwa Min Aung Hlaing dan pejabat militer Myanmar lainnya terlibat dalam aksi kekerasan pada dua tahun lalu yang menyebabkan sekitar 740 ribu warga Myanmar melarikan diri ke Bangladesh.

"Dengan pengumuman ini, AS menjadi negara pertama yang secara terbuka mengambil langkah tegas terhadap pejabat paling senior di militer Burma," ujar Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menggunakan kata Burma untuk menyebut Myanmar.

Baca juga: Presiden RI Minta Myanmar Jaga Stabilitas Keamanan di Rakhine

"Kami khawatir pemerintah Burma belum mengambil langkah untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab melakukan pelanggaran HAM. Karenanya, terus terjadi pelanggaran HAM oleh militer Burma di seluruh negara itu," imbuhnya.

Pompeo menyuarakan kemarahannya setelah Myanmar, Mei lalu, membebaskan tujuh prajurit yang divonis bersalah membunuh warga Rohingya. Keputusan itu berkebalikan dengan vonis penjara 500 hari yang dijatuhkan pengadilan Myanmar kepada dua wartawan Reuters yang mengungkap aksi pembunuhan itu.

Penyelidik PBB mengatakan aksi kekerasan yang terjadi membuat jenderal-jenderal Myanmar bisa didakwa melakukan genosida dan meminta Pengadilan Kriminal Internasional memulai penyelidikan terhadap pembantaian warga Rohingya. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More