Selasa 16 Juli 2019, 22:53 WIB

Daerah Dinilai Sulit Tangani Sampah Andalkan 3R

Dhika Kusuma Winata | Humaniora
Daerah Dinilai Sulit Tangani Sampah Andalkan 3R

Antara/Basri Marzuki
pengolahan sampah plastik di Palu, Sulawesi Tengah

 

PAKAR persampahan Institut Teknologi Bandung (ITB) Enri Damanhuri mengatakan pemerintah daerah agar jangan dilepas tanpa pembinaan pusat dalam menangani sampah.

Pasalnya, kebanyakan daerah dinilai tidak mampu menangani sampah sendiri terlebih mengandalkan pengolahan.

"Kota-kota di Indonesia hingga saat ini belum mampu menerapkan pengelolaan sampah secara optimal reduce, reuse, dan recycle-nya (3R)," ujar Enri dihubungi Media Indonesia, Selasa (16/7).

Salah satu alternatifnya, imbuh dia, ialah pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Hal itu tercantum dalam Peraturan Presiden nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik.

Baca juga : Presiden Jokowi Tagih Solusi Masalah Sampah

Dalam Perpres tersebut, ditetapkan percepatan pembangunan PLTSa di 12 kota. Kedua belas kota meliputi DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Surabaya, Kota Makassar, Kota Denpasar, Kota Palembang, dan Kota Manado.

"Namun memang PLTSa ini belum banyak kemajuan karena masalah tipping fee dan tarif keekonomian listriknya. Pemda, Kementerian ESDM, dan PLN memang harus meningkatkan koordinasi untuk mengatasinya," tambah Enri.

Sementara itu, peneliti Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) Fajri Fadillah menilai masalah sampah di perkotaan belum bisa tuntas karena problem paradigma.

 Pemda dan masyarakat belum beranjak dari paradigma kumpul-angkut-buah ke pilah-angkut-olah.

Ia berpendapat cara yang paling mujarab untuk mengelola sampah ialah pengurangan dari sumbernya yakni rumah tangga. Menurutnya, lebih dari 60% timbulan sampah di Indonesia merupakan sampah organik.

"Jika bisa ditangani sampah organik dengan baik lewat pemilahan dan pengkomposan, setidaknya setengah masalah sampah kita bisa selesai. Kebijakan agar produsen mengurangi seminimal mungkin produksi barang yang potensial menjadi sampah seperti plastik juga diperlukan," ucapnya. (OL-7)

Baca Juga

Antara/Anis Efizudin

Asesmen Nasional Diharapkan tidak Picu Kegaduhan Publik

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 26 Oktober 2020, 00:24 WIB
Pemerintah diminta mempersiapkan Asesmen Nasional dengan matang dan mengoptimalkan sosialisasi. Sehingga, tidak ada kegaduhan di tengah...
Antara/Dhemas Reviyanto

Penumpang Ingin Rapid Test di Stasiun, KAI: Sebaiknya H-1

👤Fetry Wuryasti 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 23:25 WIB
Mengingat, ada prediksi lonjakan penumpang saat libur panjang pada akhir Oktober. PT KAI pun mengimbau calon penumpang melakukan...
Antara/Raisan Al Farisi

Prediksi BMKG, Berawan Hingga Hujan Dua Hari Mendatang

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 22:43 WIB
Masyarakat diimbau tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem. Seperti, puting beliung dan hujan lebat disertai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya