Selasa 16 Juli 2019, 21:17 WIB

Program Kris Kabupaten Klungkung Menuju TOP 45 Sinovik

Ghani Nurcahyadi | Nusantara
Program Kris Kabupaten Klungkung Menuju TOP 45 Sinovik

Dok. Pemkab Klungkung
Bupati Klungkung Bali, I Nyoman Suwirta (tengah saat melakukan presentasi program Kris kepada panelis Top 45 Sinovik

 

PROGRAM Kesehatan Pemerintah Kabupaten Klungkung, masuk dalam katagori Top 99 Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Inovasi tersebut adalah program Kris (Kring Sehat). Presentasi program dilaksanakan di Ruang Sriwijaya Gedung Kemenpan RB, Selasa (16/7).

Kris adalah salah satu program kesehatan yang telah terlaksana sejak 2015. Program itu merupakan sistem pelayanan satu pintu untuk panggilan darurat dalam memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat yang sakit atau kecelakaan.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengucapkan rasa syukurnya karena programnya dapat terpilih.

“Saya disini mewakili masyarakat Klungkung berterimakasih kepada Kemenpan, karena telah memilih  program kami sebagai salah satu dari 99 program terbaik tahun ini. Saya berharap penghargaan yang Klungkung raih bisa menginspirasi daerah lain dan kami terbuka bagi siapa saja yang ingin mempelajari program kami," kata Bupati Suwirta dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga : Denpasar Siap Jadi Tuan Rumah Asia Pacific City Summit

Suwirta menjelaskan, program Kris merupakan salah satu inovasi yang bertujuan untuk mengatasi kedaruratan fasilitas kesehatan. Selama ini kejadian darurat seperti kecelakaan memerlukan waktu yang lama bagi masyarakat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

"Sehingga dengan Kring Sehat (Kris) 118 dapat terkoneksi dengan tempat kejadian terdekat, jika sebelumnya kita memerlukan waktu 1 jam lebih untuk memanggil ambulan dengan Kris 118 cukup 15 menit sudah bisa mendapatkan bantuan," ujar Suwirta.

Saat ini program Kris juga sudah terintegrasi dengan Public Safety Center (PSC) 119 berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (RI) nomor 47 tahun 2018 tentang Pelayanan Kegawatdaruratan,

"Masyarakat di Klungkung masih menggunakan kontak 118, karena sudah lebih dikenal sebelumnya dan kami mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menyimpan Kris 118 di gawai mereka,' tutur Bupati Suwirta.

Kedepannya, Bupati Suwirta memastikan bahwa program Kris semakin disempurnakan,

“Seperti saran dari Panelis hari ini, tentunya program Kris akan kami sempurnakan dengan menyiapkan Kring Sehat 118 sampai ke laut, karena kami memiliki pulau Nusa Penida dan disana banyak wisatawan, harapan kami jangan sampai wisatawan mengalami keterlambatan kedaruratan, selanjutnya kami juga akan menyiapkan ambulan laut yang terintegrasi dengan 118," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Pemkab Klungkung, Ni Made Adi Swapatni menjelaskan, saat ini Pemkab Klungkung memiliki 20 armada ambulan yang tersebar dibeberapa Puskesmas,

“Program ini juga tidak dikenakan biaya kepada masyarakat yang membutuhkan fasilitas tersebut, saya berharap dengan program ini bisa menjadi solusi dalam permasalahan kedaruratan, tercatat dalam 1 tahun ini terdapat 200 panggilan melalui Kris 118, karena Kris tidak hanya melayani rujukan saja melainkan (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) P3K ditempat kejadian”, jelas Swapatni. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More