Rabu 17 Juli 2019, 04:15 WIB

Bisa Berujung Maut, Jangan Sepelekan Influenza

(*/H-2) | Humaniora
Bisa Berujung Maut, Jangan Sepelekan Influenza

ANTARA/AGUS BEBENG
Warga Kota Bandung mengikuti program pemberian vaksin fl ubio di Bandung, beberapa waktu lalu.

 

PENYAKIT akibat infeksi virus influenza sangat berbeda dengan batuk pilek pada umumnya karena selesma. Jika selesma ditandai dengan gejala, antara lain batuk dan panas yang hanya berlangsung 3-5 hari, influenza mudah menular dan bisa menyebabkan kematian.

“Penyakit influenza dapat menimbulkan penyakit kronik terinfeksi yang akan berakibatkan pada gejala yg berat sehingga mengakibatkan meninggal,” ujar Ketua Indonesia Influenza Foundation, prof dr Cissy B Kartasasmita SpA(K), dalam diskusi bertajuk Pentingnya Vaksin Influenza yang Sesuai untuk Melindungi Lansia dan Tenaga Kesehatan di Jakarta, Jumat (5/7).

World Health Organization (WHO) memperkirakan sekitar 500 ribu kasus kematian akibat influenza di dunia dan 70% dari kasus kematian tersebut dialami warga lansia.

Ketua Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (Pergemi) Siti Setiati menjelaskan, gejala penyakit influenza ditunjukkan dengan demam tinggi, panas dingin, nyeri otot, merasa sangat lemah atau lelah, sakit kepala, dan sebagainya.

“Pencegahannya dengan cara minum air putih yang banyak sekitar dua liter air putih, istirahat cukup, memperhatikan etika batuk agar menghindari penularan, dan cuci tangan yang rutin,” paparnya.

Menurutnya, influenza bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi setiap tahun. Hal ini penting, terutama bagi individu lanjut usia, tenaga kesehatan, penderita penyakit kronis, seperti diabetes, saluran pernapasan, dan penderita penyakit kardiovaskular.

Vaksinasi perempuan sebaiknya dilakukan pada usia kandungan empat bulan pertama sampai satu bulan sebelum lahirnya bayi. Vaksin ini berlanjut sampai usia bayi sekitar enam bulan. Hal ini sangat penting bagi perempuan hamil karena vaksinasi influenza akan melindungi dari berbagai kemungkinan buruk yang terjadi antara lain bayi lahir prematur dan kematian janin dalam kandungan.

Ke depan, Siti Setiati berharap, program vaksinasi menjadi prioritas bagi pemerintah untuk mengurangi beban biaya pengobatan.

Perlu diingat, vaksin ialah sebagai bentuk pencegahan. Selain vaksin, menerapkan pola hidup sehat agar vaksin dapat bekerja dengan baik.

“Vaksinasi diutamakan kepada individu lanjut usia, tenaga kesehatan, ibu hamil, anak-anak, penderita penyakit kronis, seperti diabetes, saluran pernapasan, dan penderita penyakit kardiovaskular, tapi juga masyarakat yang sehat tetap dianjurkan untuk meningkatkan produktivitas,” ujar Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI, prof dr Samsuridjal Djauzi SpPD K-AI. (*/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More