Selasa 16 Juli 2019, 23:40 WIB

BNN Usut Dugaan Salah Tembak

Yosep Pencawan | Nusantara
BNN Usut Dugaan Salah Tembak

Thinkstock
Ilustrasi

 

BATU sandungan mulai mengganjal upaya Badan Narkotika Nasional melabrak aksi peredaran narkoba. Rabu (16/7), badan ini dilaporkan salah satu keluarga di Medan, ke Polda Sumatra Utara, karena petugasnya diduga telah melakukan salah tembak.

Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Sulistyo Pudjo, mengaku sudah mendengar laporan itu. “Kami tidak mempersoalkan laporan mereka. Itu ialah hak setiap warga negara.”

Saat ini, paparnya, BNN juga tengah menyelesaikan pengusutan­ dugaan salah tembak itu. Investigasi dilakukan Inspektorat IV BNN.

Warga yang dilaporkan menjadi korban salah tembak ialah Muhammad Yasin. Ia tewas pada 3 Juli lalu, saat tim dari BNN melakukan operasi penangkapan di Kabupaten Batubara. Peluru petugas mengenai kepala, dada, punggung, dan perut korban.

Nurmala Sari, 31, istri korban, saat melapor menyatakan keluarga ingin mendapat ke­adilan. Selain itu, mereka juga ingin nama baik M Yasin dipulih­kan karena ia dituding terlibat dalam sindikat narkoba.

“Saat dicegat anggota BNN, dalam mobil ada enam orang. Kami mengira mereka begal sehingga pengemudi panik dan melarikan diri,” ungkap Nurmala yang mengaku juga ada di dalam mobil.

Sementara itu, upaya petugas memerangi peredaran narkoba terus berlangsung. Kemarin, Polda Sumatra Selatan menyita 3 kilogram (kg) sabu dan menangkap empat bandar.

“Pelaku ditangkap di tempat berbeda. Mereka bandar narkoba jaringan Aceh, yang ditangkap saat hendak mendistribusikan sabu lewat Jalan Lintas Timur Palembang-Jambi,” papar Kapolda Sumatra Selatan Inspektur Jenderal Firli.

Keempat pelaku ialah Sugianto­, 42, dan Jauhari, 52, warga Palembang, dan Asrin, 30, serta Zainudin, 36, asal Aceh. “Sindikat ini sudah lama menjadikan wilayah Sumatra Selatan sebagai tujuan pengiriman­ narkoba. Sumsel sudah jadi pasar bagi mereka,” tambah Direktur Reserse Narkoba Komisaris Besar Farman.

Bea Cukai
Kerja keras tim gabungan BNN, Polda, dan Bea Cukai Bangka Belitung mampu menyita 6 kg sabu. Tangkapan pertama terjadi di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, setelah dua kurir pembawa sabu ditangkap. Dari mereka disita 990 gram sabu.

Operasi yang juga digelar di Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok, Bangka Barat, juga berhasil meringkus dua bandar. Dari tangan mereka disita 5 kg lebih sabu.

“Berbagai upaya dilakukan sindikat peredaran narkoba untuk memasukkan sabu ke Bangka Belitung. Kami harus pasang mata dan telinga, tidak hanya di pelabuhan, tetapi juga di bandara,” ujar Kepala BNN Bangka Belitung Nanang Hardiyanto.

Sabu diduga berasal dari Tiongkok dan Malaysia. Barang haram itu sempat transit di Batam, Kepulauan Riau, sebelum dikirim lewat laut dan udara ke Bangka Belitung.

Untuk menimbulkan efek jera bagi para pelakunya, penyidik­ yang bertugas dalam kasus ini mengenakan pasal berlapis, yakni Pasal 114 dan 112, Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Para pelaku diancam hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup. (DW/RF/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More