Rabu 17 Juli 2019, 03:00 WIB

Olahraga 30 Menit Cegah Diabetes

(*/Ind/H-2) | Humaniora
Olahraga 30 Menit Cegah Diabetes

123RTF
Ilustrasi

 

PENYAKIT diabetes menjadi momok bagi banyak orang. Padahal, diabetes dapat dicegah sejak dini dengan membatasi asupan kalori dan rutin berolahraga 3-4 kali setiap minggunya.

"Pengelolaan kencing manis (diabetes mellitus) dapat dilakukan dengan olahraga sekitar 30 menit untuk  3-4 kali per minggu dan jika setiap hari dilakukan akan lebih baik," sebut dokter spesialis penyakit dalam Adhiarta SpPD-KEMD FINASIM, dalam diskusi di Siloam Hospitals TB Simatupang, Jakarta, belum lama ini.

Ia menjelaskan, olahraga dengan berjalan selama 30 menit tanpa henti termasuk salah satu jenis olahraga yang direkomendasikan untuk mencapai target 70% denyut jantung maksimal.

Lebih lanjut, Adhiarta mengatakan, kegiatan jasmani diatur berdasarkan jumlah gula darah dalam tubuh, antara lain sebesar <100 mg/dl yang direkomendasikan sebelum berolahraga dengan makan makanan kecil, sekitar 100 mg-159 mg/dl diperbolehkan untuk langsung berolahraga, dan sekitar >250 mg/dl direkomendasikan untuk periksa terlebih dahulu kadar aseton di dalam urinenya.

Adhiarta menegaskan, pola hidup sehat memang jadi kunci pencegahan yang sangat penting untuk penyakit diabetes. Selain olahraga, orang dengan diabetes juga wajib membatasi kalori yang masuk ke tubuhnya.

"Pola makannya harus teratur sesuai jumlah, jenis dan jadwal. Tidak ada makanan yang dilarang, termasuk gula. Hanya saja dibatasi sesuai kebutuhan kalori," sahutnya.

Makanan untuk penderita diabetes diberikan enam kali dalam sehari, terdiri atas makanan utama dan makanan sampingan (snack) yang sehat. Pola makan yang direkomendasikan sekitar pukul 18.00 atau 19.00 dengan porsi yang lebih sedikit daripada makan siang.

"Dua jam setelah makan malam tidak dianjurkan untuk tidur karena dapat mengakibatkan penimbunan lemak," sergahnya

Ia juga meluruskan anggapan gula basah dan gula kering yang akrab di telinga masyarakat. Menurutnya, basah atau kering hanya salah satu akibat dari penyakit diabetes, bukan jenis penyakitnya.

"Jika penderita tersebut memiliki pembuluh darah yang kurang bagus, luka cenderung basah dan jika memiliki  pembuluh darah yang bagus, akan cenderung lebih cepat sembuh dan mengering," jelas Adhiarta.

Diabetes, sambungnya, terdiri atas beberapa tipe, yakni tipe I, tipe II,  gestasional (karena kehamilan), dan tipe lain.  Keturunan ialah salah satu faktor risiko untuk penyakit diabetes. "Sekitar 6 kali kemungkinan menderita penyakit diabetes."

Diabetes merupakan jenis penyakit kronik yang progesif. Apabila tidak tertangani dengan baik, bisa berujung pada amputasi, kecacatan, hingga kematian. Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) Prof Ketut Suastika SpPD-KEMD mengungkapkan, salah satu kunci pengelolaan diabetes ialah keteraturan minum obat.

"Penderita diabetes yang tidak rutin minum obat, berisiko mengalami komplikasi lebih tinggi daripada pasien yang rutin mengonsumsi obat atau insulin, untuk mengontrol kadar gula darahnya," imbuhnya saat peluncuran aplikasi berbasis mobile yang dinamakan Diabetes Education Enchancement for Engaged Partnership (DEEP) di Jakarta, Senin (1/7).

Komplikasi yang muncul akibat gula darah yang tidak terkontrol akan menyebabkan kebutaan, gagal ginjal, dan kelainan kaki diabeti (pasien diabetes). (*/Ind/H-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More