Selasa 16 Juli 2019, 18:15 WIB

Polisi Buru Caleg Gerindra yang Terlibat Politik Uang

M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Polisi Buru Caleg Gerindra yang Terlibat Politik Uang

ANTARA FOTO/Reno Esnir/
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono

 

POLISI tengah memburu calon anggota legislatif (caleg) DPRD DKI dari Partai Gerindra, Wahyu Dewanto, terkait kasus tindak pidana politik uang dalam Pemilu 2019.

"Namanya ada dalam laporan dari seseorang berkaitan dengan undang-undang pemilu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya (PMJ), Selasa (16/7).

Baca juga: Dituduh Politik Uang, Politikus Demokrat Polisikan Rian Ernest

Hal tersebut tersebar melalui selebaran yang ternyata benar dan sudah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian. Polisi sendiri pernah menerima laporan tindak pidana tersebut.

Pihak kepolisian sendiri sudah pernah mengirim langsung ke alamat Wahyu Dewanto namun tak ada respons dari Wahyu. Oleh karena itu, selebaran tersebut tersebar karena Wahyu tidak menghadiri panggilan untuk pemeriksaan. Alamat Wahyu berada di Asrama Polri RT07 RW14 Palmerah, Kedoya, Jakarta Barat.

"Jadi dalam penyidikan ada batas waktu yang dibutuhkan. Karena tidak hadir sehingga kita melakukan sidang in absentia. Jadi itu ada edaran dari Kejagung, makannya kita buat pengumuman disana ya," tandas Argo.

Selebaran tersebut beredar di media sosial pada hari minggu lalu. Dalam selebaran tertulis Sub Direktorat Keamanan Negara (Subditkemneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum PMJ sedang melakukan pencarian terhadap Caleg DPRD DKI Jakarta Partai Gerindra tersebut.

Dalam selembaran berwarna putih hitam tersebut menyatakan Caleg DPRD DKI tersebut diduga melakukan TPPU dalam Pemilu 2019.

Baca juga: Bea Cukai Pangkalpinang Amankan Sabu di Pelabuhan dan Bandara

Wahyu juga disebut telah melanggar Pasal 523 ayat (1) Juncto Pasal 280 ayat (1) huruf j Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.

Dalam selebaran tersebut disebut berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/3945NII/2019/ Ditreskrimum, pertanggal 1 Juli 2019. Dan terdapat Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sp.Sidik/2217/VII/2019/Ditreskrimum, tanggal 2 Juli 2019. Serta daftar Pencarian Orang Nomor : DPO/205/VII/2019/ Ditreskrimum, tanggal 12 Juli 2019. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More