Selasa 16 Juli 2019, 13:45 WIB

Pengendara Rubicon Penerobos Milo Run Terancam 1 Tahun Penjara

M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Pengendara Rubicon Penerobos Milo Run Terancam 1 Tahun Penjara

Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M. Nasir di Polda Metro Jaya (PMJ)

 

PENGENDARA jip Rubicon yang viral karena menerobos kerumunan acara Milo Run terancam 1 tahun penjara.Tersangka berinisial PDK tersebut dikenakan Pasal 310 ayat (2) UU RI Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Tersangka sendiri sudah diperiksa selama 12 jam.

"Ancaman hukuman terhadap tersangka yaitu 1 tahun penjara dan denda Rp1 juta," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M. Nasir di Polda Metro Jaya (PMJ), Selasa (16/7).

"Pemeriksaan terhadap tersangka sendiri berlangsung 12 jam dari pukul 10.30 - 23.00 WIB," ujar AKBP. M.Nasir

Namun, setelah pemeriksaan PDK tidak ditahan dikarenakan polisi menilai tersangka bersikap kooperatif. "Tersangka tidak ditahan karena yang bersangkutan kooperatif datang datang dengan panggilan pertama," kata Nasir.

Pelaku sendiri sempat menabrak sepeda motor dengan jenis NMAX, namun tersangka sudah bertanggung jawab dengan membawa korban le rumah sakit terdekat.

"Mohon diperjelas, yang bersangkutan tidak melarikan diri, ia bahkan sempat menolong korban," jelas M.Nasir

Kejadian sendiri terjadi pada pukul 03.40 WIB di Jalan Rasuna Said arah utara. Pengendara tersebut menabrak korban yang sedang naik motor dan di tabrak dari belakang.

"Setelah kejadian itu, pengendara dan saksi, di bawa ke rumah sakit MMC, sampai dengan perawatan oleh medis sampai sekitar pukul 07.00 lewat," tambah M. Nasir.

Sebelumnya, sempat viral di media sosial video Jeep Rubicon yang menerobos kerumunan ketikan acara lari maraton Milo Run. Saat coba diberhentikan Jeep Rubicon tersebut justru tancap gas. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More