Selasa 16 Juli 2019, 13:39 WIB

Musim Kemarau Pemkab Cianjur Sarankan Tanam Padi-Palawija

Benny Bastiandy | Nusantara
Musim Kemarau Pemkab Cianjur Sarankan Tanam Padi-Palawija

Antara
Ilustrasi

 

DINAS Pertanian Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggiatkan kembali sosialisasi pola tanam padi-padi-palawija kepada para petani. Upaya itu merupakan bagian agar selama satu tahun musim tanam tidak melulu menanam padi, tapi diselingi menanam palawija, utamanya saat kemarau.

"Sudah kami sarankan dari awal agar para petani beralih tanam palawija saat memasuki kemarau. Misalnya menanam kedelai, jagung, dan jenis palawija lainnya," kata Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano, Selasa (16/7).

Pengaturan pola tanam sangat penting mengingat saat kemarau pasokan air berkurang. Kondisi tersebut tak memungkinkan menanam padi lantaran komoditas tersebut membutuhkan banyak pasokan air.

"Tapi di lapangan masih banyak petani yang tetap memaksakan menanam padi. Akibatnya, saat kemarau seperti sekarang, tanaman padi kurang maksimal," ungkapnya.

Luasan areal sawah di Kabupaten Cianjur yang terancam gagal panen alias puso mencapai 1.941 hektare. Seluas 210 hektare di antaranya sudah tak bisa dimanfaatkan lagi.

Selain yang mengalami puso, kata Nano, terdapat juga lahan sawah yang terancam. Luasannya mencapai 3.400 hektare.

Di Kabupaten Cianjur luas lahan tanam sekitar 66 ribu hektare. Hingga saat ini baru sekitar 17 ribu hektare lahan sawah yang sudah dipanen. Sehingga masih terdapat sekitar 43 ribu hektare lahan sawah yang belum dipanen.

"Lahan tanam padi yang 43 ribu hektare ini cukup berpotensi mengalami kekeringan saat kemarau sekarang," ungkap dia.

baca juga: 88 Siswa Baru Sekolah Sukma Bangsa Ikuti PLS

Nano memperkirakan kemarau akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Kondisi tersebut perlu diantisipasi lantaran masih terdapat tanaman padi yang belum dipanen.

"Penanganan kekeringan melibatkan berbagai elemen dan instansi pemerintahan. Penanganannya perlu dilakukan secara masif agar bisa menekan dampak kerugian," pungkasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More