Selasa 16 Juli 2019, 13:34 WIB

Cegah Deforestasi di Bukit Tiga Puluh dengan Rangkul HTI

Muhammad Fauzi | Humaniora
Cegah Deforestasi di Bukit Tiga Puluh dengan Rangkul HTI

MI/M Fauzi
Penandatanganan kerja sama Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh dan PT Lestari Asri Jaya.

 

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) yang berada di wilayah dua provinsi, Jambi dan Riau, tidak pernah lepas dari ancaman deforestasi. Perambahan dan pembalakan liar merupakan ancaman serius sehingga diperlukan upaya serius dari pemerintah dalam menjaga kelestariannya.

Kawasan seluas 144.223 hektare tersebut merupakan lanskap penting di Indonesia saat ini. Dalam upaya menanggulangi ancaman perambahan dan pembalakan di kawasan TNBT, memang diperlukan adanya kawasan penyangga yang terkelola dengan baik.

Di Provinsi Jambi, tepatnya di Kabupaten Tebo, TNBT menggandeng perusahaan hutan tanaman industri (HTI) PT Lestari Asri Jaya (LAJ) dalam upaya membangun kawasan penyangga tersebut. Tak hanya LAJ, masyarakat setempat yang berbatasan langsung dengan kawasan TNBT turut digandeng untuk memperkuat upaya perlindungan kawasan penyangga TNBT.

TNBT dan PT LAJ menandatangani rencana kerja tahunan (RKT) 2019-2020, Selasa (16/7) di Tebo. Penandatangan dilakukan oleh Direktur LAJ Meizani Irmadhiany dan Kepala Balai TNBT, Darmanto. Penandatangan RKT tersebut terkait dengan kerja sama antara Balai TNBT dan PT LAJ tentang Penguatan Fungsi dalam rangka mendukung pengelolaan TNBT yang sudah terlebih dahulu disepakati dan ditandatangani pada Mei 2018 lalu.

Kepala Balai TNBT Darmanto mengatakan, pemerintah sangat menyadari pentingnya kawasan penyangga taman nasional dalam upaya perlindungan kawasan, ekosistem serta flora dan fauna. Kerja sama dengan para pihak pun harus dibangun untuk mendukung perlindungan itu.

"Seperti dengan PT Lestari Asri Jaya (LAJ), kerja sama yang sudah terjalin beberapa tahun ini memiliki dampak positif dalam pentingnya kawasan dan pemberdayaan masyarakat di kawasan taman nasional,” ujar Darmanto dalam keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, Selasa (16/7)

Kerja sama TNBT dengan LAJ ini meliputi perlindungan kawasan penyangga, kemudian pengawetan flora dan fauna, restorasi ekosistem serta pemberdayaan masyarakat.

Berkat adanya kerjasama ini, dalam kurun waktu satu tahun, sekitar 530 mandays patroli bersama dilakukan rangers LAJ dan TNBT. Patroli dilakukan secara rutin dalam rangka perlindungan kawasan dan pemantauan satwa dan fauna dalam kawasan TNBT.

TNBT juga menutup akses ke titik-titik pembalakan liar. Bersama PT LAJ, penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat perambah terkait status dan fungsi lahan yang mereka rambah dan tanda-tanda batas kawasan pun terus dilakukan, selain juga memasang papan tanda kawasan konservasi.

Menurut Direktur PT LAJ Meizani Irmadhiany, kawasan penyangga seperti LAJ berperan penting dalam membangun kawasan produksi yang berkelanjutan sebagai daerah penyangga Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. "Melalui penanaman karet yang berkelanjutan, dapat menciptakan lapangan pekerjaan, sekaligus menjaga kawasan konservasi. Kedepannya kami berharap kerjasama yang sudah terjalin dapat terus memberikan dampak positif dan jangka panjang bagi PT LAJ dan TNBT,” kata Meizani. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More