Selasa 16 Juli 2019, 13:28 WIB

Dinsos DKI Ajak Anak-Anak Pencari Suaka Belajar

Rifaldi Putra Irianto | Megapolitan
Dinsos DKI Ajak Anak-Anak Pencari Suaka Belajar

MI/Rifaldi Putra Irianto
Kegiatan belajar bersama anak pengungsi di lokasi pengungsian sementara, Kalideres

 

SEJUMLAH pekerja sosial dari Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengadakan kegiatan belajar bersama anak-anak pencari suaka di lokasi pengungsian eks Gedung Komando Militer (Kodim) Kalideres, Jakarta Barat.

Salah seorang petugas sosial DKI Muhammad Kurniawan mengatakan hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menghibur anak-anak pengungsi.

"Kegiatan ini untuk menghibur anak-anak pengungsi, Kita coba hari ini bawa alat gambar, alat tulis dan beberapa mainan anak agar mereka terhibur dan tidak stres," kata Kurniawan di eks Gedung Kodim Kalideres, Jakarta, Selasa (16/7).

Pantauan Media Indonesia, terdapat lima petugas Dinsos yang mendampingi kegiatan tersebut. Petugas membagikan selembar kertas gambar berukuran A4 dan juga alat tulis.

Anak-anak pengungsi terlihat bersemangat mendapatkan selembar kertas beserta alat tulis. Mereka pun saling berebut saat petugas membagikan alat tulis, namun orangtua serta petugas segera merelai sehingga kegiatan dapat dilanjutkan kembali.

Baca juga: Ada Spanduk Penolakan Pengungsi di Dekat Penampungan

Setelah mendapatkan selembar kertas beserta alat tulis, mereka duduk di tempat yang telah disediakan dan mulai menggambar dengan bebas beberapa dari mereka terlihat menggambar bunga, rumah, hingga gunung.

"Ini baru awal, makanya harus ada kerja sama dengan instansi lain, dinas pendidikan maupun swasta atau pemerhati anak agar mereka dapat membantu dinas sosial membuat anak-anak disini nyaman, aman dan senang," jelas Kurniawan.

Kegiatan yang diikuti sekitar 40 anak tersebut berjalan lancar, beberapa petugas terlihat membimbing mereka selama kegiatan berlangsung. Meski keterbatasan bahasa menjadi masalah utama dalam kegiatan ini, petugas tetap dapat melakukan kegiatan dengan lancar.

"Pasti ada kesulitan memang (dalam berkomunikasi), makanya kita sedang mencari pengajar yang bisa berkomunikasi bisa berbahasa inggris dan bahasa asal mereka," ucap Kurniawan

Kurniawan pun berharap dengan adanya kegiatan ini, anak-anak pengungsi tidak stres dan dapat terhibur.

"Harapannya anak-anak terhibur dan tidak stres serta terpenuhi psikologis dan sosialnya. Semoga mereka nyaman berada di penampungan sementara ini. Kita juga berharap mereka bisa saling berinteraksi dengan anak-anak lain, dapat saling bercerita," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More