Selasa 16 Juli 2019, 14:45 WIB

Gara-Gara VAR, Menpora Sindir Liga 1

Antara | Sepak Bola
Gara-Gara VAR, Menpora Sindir Liga 1

ANTARA/Gusti Tanati
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi

 

MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyindir kompetisi Liga 1 Indonesia yang masih belum memakai Video Assistance Referee (VAR).

Teknologi itu, menurutnya, akan menghindari dugaan kecurangan pengaturan skor di kompetisi sepak bola Tanah Air.

"Dengan VAR diberlakukan, itu akan membantu wasit dan bisa mengurangi gesekan antarsuporter atas kecurigaan-kecurigaan," kata Imam, Selasa (16/7).

Menurutnya, operator Liga 1 perlu mencontoh kompetisi swasta yang menggunakan VAR. Salah satunya, kata dia, Bandung Premiere League (BPL) yang menggunakan teknologi canggih tersebut.

"Itu (penyelenggara) harus tiru Bandung Super League itu loh, kompetisi turnamen swasta atau amatir tapi pakai VAR," sambungnya.

Baca juga: Barito Putera Nodai Rekor Bali United

Bila perlu, pihak penyelenggara Liga 1, menurutnya, harus berkomunikasi dengan penyelenggara BPL. Untuk mengestimasi biaya pengadaan asisten wasit berbasis video yang kini banyak diterapkan dalam sepak bola dunia.

"Sekarang era sudah terbuka ayo kita berbenah, pakai VAR lah, masa gitu saja enggak bisa," tandasnya.

Selain itu, menurutnya, dengan adanya teknologi moderen tersebut citra sepak bola Indonesia bisa menjadi positif setelah dilanda kontroversi peraturan skor.

Sementara itu, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah menindak lanjuti usulan pemakaian VAR. Bahkan sudah sempat dibahas saat rapat Komite Eksekutif (Exco) akhir Mei lalu.

Namun, usulan itu akan diajukan terlebih dahulu ke FIFA. Prosesnya pun akan dimulai dengan penyusunan timeline untuk pelatihan kepada para wasit.

"PSSI sudah membuka pembicaraan dengan provider atau penyedia teknologi VAR," kata Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria di situs PSSI. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More