Selasa 16 Juli 2019, 07:30 WIB

Publik Yakin Jokowi Rawat Kebersamaan

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Publik Yakin Jokowi Rawat Kebersamaan

Kementerian Keuangan/BKN/L-1/Biro Pers/Seno
Visi Jokowi untuk Indonesia Maju

 

PRESIDEN terpilih Joko Widodo, Minggu (14/7), menyinggung pentingnya menjaga dan menguatkan Pancasila. Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi bagi siapa pun yang mengganggu Pancasila.

Sejumlah kalangan menyambut baik pernyataan itu dan memandangnya sebagai visi ideologis Jokowi mengenai ke arah mana Indonesia akan dibawa dalam lima tahun ke depan.

Sementara kalangan juga memaknai visi tersebut sebagai afirmasi atas pentingnya ideologi Pancasila sebagai prasyarat utama tegaknya Indonesia.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, menilai dalam konteks itu penegasan Jokowi sangat jelas dan lugas terhadap masa depan dan prioritas bangsa Indonesia.

"Oleh karena itu, penguatan pilar ideologi bangsa Pancasila mutlak dan sangat penting untuk kukuhnya bangsa kita. Dengan kukuh dan tegaknya bangsa kita maka bangsa ini dapat melakukan program-program seperti yang disampaikan Pak Jokowi," ujar politikus Golkar itu, kemarin.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai visi ideologis Jokowi perihal Pancasila merefleksikan keteguhan pemimpin dalam berprinsip, terlebih ketika berkaitan dengan Pancasila dan kebinekaan Indonesia.

"Prinsip itulah yang ditegaskan Pak Jokowi. Syarat bagi Indonesia satu adalah Pancasila yang dibumikan dalam seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Hasto mengatakan sikap tegas Presiden yang tidak memberikan ruang sedikit pun terhadap pihak-pihak yang mengganggu Pancasila bagaikan national call bagi seluruh lembaga negara, seluruh aparat penegak hukum, dan seluruh jajaran kementerian negara untuk menjalankan kebijakan yang ideologis tersebut.

Krusial

Senada, Sekjen PKP Indonesia Verry Surya Hendrawan menuturkan apa yang disampaikan Jokowi menegaskan kembali banyak hal krusial, sekaligus mengurai permasalahan serta memberikan solusi yang jitu untuk bangsa Indonesia melangkah ke depan.

"Ketika presiden terpilih berbicara Pancasila, maka tegas disampaikan bahwa Pancasila adalah rumah bersama dan final. Semuanya jelas dipaparkan dengan bahasa yang sangat sederhana, konteks kekinian, dan mudah dipahami," kata Verry.

Anggota DPR Fraksi PAN, Bara Hasibuan, mengatakan upaya menjaga dan memperkuat nilai-nilai Pancasila memang mutlak dilakukan, mengingat ancaman radikalisme masih menjadi masalah serius di Indonesia.

"Itu untuk menjawab tantangan ideologis memperkuat nilai Pancasila karena memang ancaman radikalisme dan intoleransi itu memang nyata," ujar Bara, kemarin.

Di lain pihak, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan pernyataan Jokowi soal pengganggu Pancasila diharapkan bukan pertanda akan munculnya pemerintahan otoriter seperti masa Orde Baru.

"Dulu Orde Baru senang sekali memakai Pancasila untuk menyerang kiri dan kanan, menggunakan nilai 'ketimuran' dan agama, dan sopan santun untuk membungkam pembicara yang kritis kepada pemerintah," cetus Fahri.

Ia pun berharap trauma masyarakat atas rezim Orde Baru tidak ter-ulang dalam pemerintahan Jokowi lima tahun ke depan.

Sebelumnya, dalam penyampaian Visi Indonesia, Minggu (14/7), Jokowi meminta tak ada lagi yang mempermasalahkan Pancasila dan tak ada lagi orang Indonesia yang tidak mau ber-Bhinneka Tunggal Ika.

"Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran terhadap perbedaan, tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak menghargai penganut agama lain, warga suku lain, dan etnik lain," tegas Jokowi. (Pro/Ths/Ant/X-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More