Senin 15 Juli 2019, 19:36 WIB

Dinas Pendidikan Anggap Siswa Tewas karena Kelelahan

Dwi Apriani | Nusantara
Dinas Pendidikan Anggap Siswa Tewas karena Kelelahan

MI/Dwi Apriani
SMA Taruna Indonesia Palembang

 

DINAS Pendidikan Provinsi Sumatra Selatan menginvestigasi SMA Taruna Indonesia terkait tewasnya seorang siswa baru saat mengikuti masa orientasi sekolah (MOS).

"Kami sudah lakukan investigasi, jika memang dari hasil investigasi ini ditemukan pelanggaran, kita cabut izinnya," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Widodo di Palembang, Senin (15/7).

Diketahui, Delwyn Berli Juliandro, 14, meninggal dunia di RS Myria, Palembang, setelah kejang-kejang dan pingsan saat mengikuti rangkaian kegiatan MOS, Jumat (12/7) malam.

Pihaknya pun menyerahkan proses hukum ke pihak kepolisian. Hal itu menjadi bukti bahwa Disdik serius menangani kasus yang menimpa Delwyn. "Kalau kekerasan ini melanggar pidana, kita serahkan ke polisi. Bukan hanya perorangan, tapi apakah ini dilakukan di luar kewajaran karena dari aturan harus mendidik, tidak boleh menakut-nakuti," katanya.

Widodo menjelaskan pihaknya sudah sejak lama terus menyosialisasi agar setiap sekolah tidak menggunakan kekerasan dalam mendidik siswa, temasuk dalam MOS ataupun ekstrakurikuler.

Dari hasil investigasi sementara, Widodo menjelaskan bahwa kurikulum di sekolah ini sama dengan kurikulum yang diterapkan secara nasional. Namun diakui Widodo, terdapat penekanan latihan fisik pada siswa di sekolah ini.

Tujuannya untuk menyiapkan seluruh lulusan agar siap ketika mendaftarkan diri menjadi calon anggota TNI maupun Polri. "Meskipun sekolah ini menitikberatkan pada latihan fisik, tapi tidak berarti mengingkari kurikulum nasional," ujarnya.

Widodo mengungkapkan, pihaknya juga sudah melakukan investigasi terhadap kurikulum di sekolah ini. Hasilnya, tidak menemukan adanya unsur yang mengarah pada kekerasan dalam sistem penerapan sistem belajar mengajar di sekolah tersebut.

"Fakta tersebut saya dapatkan dari hasil wawancara dengan para pihak termasuk dengan panitia, orangtua, guru, dan masyarakat di sini. Hasil wawancara ini juga akan saya sampaikan ke pihak kepolisian yang juga sedang bekerja mengusut kasus ini," tuturnya.

Baca juga: Pembina MOS Jadi Tersangka Tewasnya Siswa SMA Taruna Indonesia

Dengan tidak ditemukannya unsur kekerasan di sekolah ini, Widodo menegaskan, Delwyn meninggal karena mengalami kelelahan. "Namun saya belum bisa menunjukkan bukti lain dari dugaan itu. Sampai saat ini saya juga belum mendapat informasi dari hasil visum dan penyidikan. Tapi memang dugaan awal kita karena kelelahan. Karena kan tidak semua anak siap secara fisik. Sehingga tubuhnya kaget dan terjadilah hal yang tidak diinginkan itu," ucapnya.

"Namun hasilnya akan kembali lagi ke pihak kepolisian. Mereka nanti yang akan mengungkap, apakah ada unsur kekerasan dan pelanggaran hukum pada kejadian ini," jelasnya. (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More