Senin 15 Juli 2019, 18:52 WIB

Orangtua Perlu Paham Atasi Malnutrisi Anak Kanker

Eni Kartinah | Humaniora
Orangtua Perlu Paham Atasi Malnutrisi Anak Kanker

MI/Eni Kartinah
Dr. Mururul Aisyi, Sp.A(K) memberikan penjelasan.

 

Saat ini, kondisi malnutrisi ganda masih terjadi di Indonesia, baik stunting maupun obesitas. Kedua hal tersebut masih menjadi topik yang kerap diperbincangkan. Kondisi malnutrisi biasanya dipicu asupan nutrisi yang tidak dapat memenuhi maupun sudah melampaui kebutuhan dasar anak penderita kanker yang sesuai dengan tahapan tumbuh kembangnya.

Namun, orang tua seringkali tidak mengetahui dengan baik mengenai kebutuhan nutrisi anak dengan kondisi tertentu. Misalnya, bagaimana  anak dengan penyakit kanker agar tidak mengalami malnutrisi.

Pemenuhan nutrisi seimbang pada anak dengan penyakit tidak menular merupakan tantangan tersendiri bagi orang tua. Di Indonesia, terdapat 35-5% prevalensi kanker pada anak (sebanyak 4.156 kasus). Saat ini, terdapat hingga 60% pasien anak dengan kanker yang terdiagnosa malnutrisi, bergantung pada tipe kanker, jenis terapi, dan metode pengukuran .

Hal tersebut terungkap dalam diskusi bertajuk 'Peran Nutrisi Pada Anak dengan Penyakit Tidak Menular Untuk Mencegah Malnutrisi' di Jakarta, Sabtu (13/7).

Salah satu narasumber, Dr. Mururul Aisyi, Sp.A(K) menjelaskan, “Saat ini, angka kejadian kanker pada anak mencapai sembilan dari 100 ribu anak usia 0-17 tahun yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jenis yang beragam, dengan kasus yang paling sering adalah leukemia, retinoblastoma, osteosarcoma, neuroblastoma, limfoma maligna, karsinoma, dan nasofaring."

Menurut Mururul, anak dengan kanker memang memiliki tantangan sendiri, terutama pada fluktuasi kebutuhan nutrisi. Walaupun demikian, bukan berarti anak dengan kanker tidak berkesempatan memiliki tumbuh kembang optimal. "Justru, mereka membutuhkan asupan nutrisi yang lebih diperhatikan saat menjalani penanganan medis," kata Mururul.
 
Dalam pembukaan diskusi, Desytha Rahma Dwi Utami, External Communication Manager for Early Life Nutrition and Medical Nutrition Danone Indonesia  menyatakan, “Rangkaian kegiatan ‘Bicara Gizi’ merupakan bagian dari komitmen unit bisnis Danone divisi Specialized Nutrition di Indonesia untuk terus mendukung edukasi mengenai pentingnya nutrisi di waktu penting kehidupan, termasuk bagi pasien anak dengan penyakit tidak menular."

Steny Agustaf, Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, sebuah organisasi nonprofit yang peduli akan isu kanker anak di Indonesia menjelaskan, “Dari pengalaman kami selama ini mendampingi pasien anak kanker, kami menyakini bahwa perubahan terbesar dimulai dari keluarga, khususnya orang tua kepada anaknya yg sedang menjalani perawatan kanker. (OL-09)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More