Sabtu 13 Juli 2019, 19:44 WIB

Jokowi-Prabowo Bertemu, Pengamat: Mestinya Cabut Gugatan ke MA

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Jokowi-Prabowo Bertemu, Pengamat: Mestinya Cabut Gugatan ke MA

MI/PIUS ERLANGGA
Presiden terpilih 2019-2024 Joko Widodo (kiri) bertemu dengan Prabowo Subianto (kanan)

 

PERTEMUAN yang terjadi antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto Sabtu (13/7) memiliki makna penting dalam suasana politik di tanah air. Pakar Hukum Tata Negara, Bayu Dwi Anggono menyebut dalam kontesk ketatanegaraan pertemuan Jokowi dan Prabowo menandakan kontestasi Pilpres sejtinya telah selesai pasca putusa MK 27 Juni lalu.

"Yang jelas sudah tidak ada upaya hukum apapun untuk mempertanyakan kedua putusan baik MK dan KPU. Tingal menunggu pelantikan nanti tanggal 20 Oktober. Jadi memang sebenarnya tahapan sudah selesai" jelas Bayu ketika dihubungi di Jakarta, Sabtu (13/7).

Bayu melanjutkan, makna pertemuan Jokowi dan Prabowo juga merupakan wujud pengakuan Prabowo yang mengakui Jokowi sebagai presiden terpilih. Baik itu melalui putusan MK ataupun putusan KPU. Dengan begitu sebaiknya maka tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) selanjutnya diharapkan bisa segera mencabut pengajuan kasasi yang dilayangkan ke Mahkamah Agung (MA).

"Jadi buat apa mengajukan yang memang juga pertama upaya hukum itu tidak akan bernilai apa-apa dan memang pasti tidak akan diterima oleh MA," tutur Bayu.

Baca juga: Sandiaga: Kami Terhormat Jika Diberi Peran Sebagai Oposisi

Bayu menerangkan, kendati Jokowi dan Prabowo telah mengadakan pertemuan hal tersebut tidak serta merta bisa ditafsirkan bahwa Gerindra akan merapat ke dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Kehadiran Gerindra sebagai oposisi yang memberikan kritikan yang sehat dan konstruktif masih dibtuhkan dalam jalannya sistem demokrasi di Indonesia.

"Kalau menurut saya si pemerintahan ini perlu menjaga DPR yang kritis, yang konstruktif yang mampu menjadi penyeimbang pemerintah yang baik. kita kan juga tidak ingin DPR yang selalu seirama seiya dan sekata dengan pemerintah. andaikata kebijakan pemrintah tidak menguntungkan rakyat," tuturnya.

Sebelumnya, pertemuan Jokowi dan Prabowo berlangsung di Stasiun MRT Lebak Bulus pada Sabtu (13/7) pagi. Keduanya lantas menaiki kereta MRT secara bersama-sama menuju Stasiun MRT Senayan untuk melakukan makan siang bersama. (OL-4)

Baca Juga

MI/Susanto

DPR tidak Boleh Paksakan Membuka Masa Sidang

👤Pro/I-1 🕔Minggu 29 Maret 2020, 07:05 WIB
Fungsi DPR harus terus berjalan meski dalam kondisi darurat pandemi...
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Tanggap Darurat DKI Sampai 19 April 2020

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 29 Maret 2020, 06:40 WIB
Fraksi NasDem di DPRD DKI berharap Gubernur Anies sejalan dengan pemerintah pusat yang mencanangkan tanggap darurat hingga 29...
Dok Antara

170 Ribu APD Didistribusikan

👤Atalya Puspa 🕔Minggu 29 Maret 2020, 06:35 WIB
Selain mengimpor alat pelindung diri dan ventilator, pemerintah juga mendorong industri dalam negeri untuk memproduksi kedua alat kesehatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya