Sabtu 13 Juli 2019, 16:02 WIB

Segerbong Bersama demi Satu Tujuan

Jurnalis Media Indonesia Dero Iqbal Mahendra | Opini
Segerbong Bersama demi Satu Tujuan

MI
Jurnalis Media Indonesia Dero Iqbal Mahendra

BAHASA politik sering bersinggungan dengan simbol-simbol dan pemaknaan, bahkan gestur tubuh pun sering kali menjadi sebuah rujukan. Hal tersebut tak lepas dari pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang bertemu untuk pertama kalinya sejak hasil Pemilu Presiden 2019 kemarin.

Meski pertemuan yang dimulai dari stasiun MRT Lebak bulus tersebut sangat informal, namun makna dari pertemuan itu sendiri sangat besar bagi kelangsungan persatuan bangsa kedepannya. Pertemuan tersebut seolah ingin meruntuhkan tembok pemisah dari polarisasi yang ada di masyarakat.

Tak ada kekakuan tak ada setingan, kedua pemimpin terlihat begitu lepas dan santai. Pelukan keduanya pun disambut sorak-sorai masyarakat yang larut dalam peristiwa bersejarah tersebut.  

Bahkan gestur tersebut terus berlanjut sepanjang perjalanan dari Lebak Bulus ke Senayan. Kedua pemimpin terlihat bercakap cakap santai menikmati perjalanan dengan rileks.

Pertemuan kali ini berbeda dengan ketika 2014, yang ketika itu Jokowi lah yang menyambangi kediaman Prabowo dan menandakan rekonsiliasi dari kedua kubu pendukung. Kini keduanya saling bertemu di muka publik dengan menggunakan fasilitas publik.

Kereta sendiri dapat dimaknai sebagai kendaraan publik yang memberikan kesan merakyat, dan moda raya terpadu (MRT) memberikan makna sebagai modernisasi dan masa depan yang maju.

Pertemuan di MRT tersebut seolah mengesankan keduanya sudah bersepakat untuk bersama sama menuju tujuan yang sama, yakni Indonesia yang maju. Keduanya tidak berbeda jalur, tidak dipisahkan gerbong dengan satu tujuan.

Pada akhirnya kedua pemimpin sepakat hal yang terpenting adalah persatuan Indonesia. Tidak boleh ada lagi polarisasi di masyarakat pasca pilpres. Tak boleh ada lagi sebutan cebong dan kampret karena semuanya Merah Putih.

Baca juga: Jokowi-Amin dan Tantangan Pemberantasan Terorisme

Prabowo menyebut beban kerja dan tanggung jawab Jokowi sangat berat. Sebab menjadi Presiden merupakan pengabdian dan untuk itu ia siap mengulurkan tangan membantu untuk kepentingan rakyat.

Meski belum terang bagaimana kesepakatan terkait kekuasaan, namun kini semua pihak diharapkan dapat bernafas lega bahwa persatuan bangsa tetap menjadi prioritas utama di atas segalanya.

Diharapkan dengan pertemuan ini pihak pemenang tidak jemawa dan pihak yang kalah tetap terhormat tanpa kekurangan satu apa pun juga. Karena yang terpenting adalah Indonesia.
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More