Sabtu 13 Juli 2019, 14:57 WIB

Kementerian LHK Sita Ribuan Kayu Ilegal di Nunukan, Kalimantan

Indriyani Astuti | Nusantara
Kementerian LHK Sita Ribuan Kayu Ilegal di Nunukan, Kalimantan

Antara/Didik Suhartono
Petugas Gakkum LHK memeriksa kontainer beirisi kayu ilegal.

 

Tim gabungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)  bersama Polres Nunukan berhasil mengamankan ribuan potong kayu olahan serta dua unit circle saw sebagai barang bukti perdagangan kayu olahan ilegal, di Nunukan, Kalimantan Utara.

"Terungkapnya kasus ini merupakan kerja sama yang telah terjalin baik antara Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan dengan Polda Kalimantan Utara (Polres Nunukan) dan KPHP Nunukan serta Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara," ujar Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Djati Witjaksono Hadi seperti dikutip dari laman resmi Kementerian LHK, pada Sabtu (13/7).

Dari hasil operasi tersebut, penyidik SPORC Brigade Enggang Seksi Wilayah II Samarinda, Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan mengamankan tiga aktor intelektual illegal logging yang berinisial N,51, asal Nunukan, Y,57, asal Balikpapan dan RH (56) asal Nunukan, di Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (10/7/2019).

"Selanjutnya penyidik menetapkan ketiga orang itu sebagai tersangka," imbuhnya.

Ketiga tersangka, kata Djati, ditahan di Rutan Polresta Samarinda. Sedangkan barang bukti berupa dua lokasi  penampungan/penumpukan kayu olahan, 2.089 potong sortimen papan dan balok kayu olahan (44 meter kubik) berbagai jenis dan ukuran, serta 2 unit circle saw. Kayu olahan dititipkan ke KPHP Nunukan, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara.

Penyidik KLHK menjerat ketiga tersangka dengan Pasal 83 Ayat 1 Huruf b Jo. Pasal 12 Huruf e Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun, denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar.

Ia mengatakan kasus itu bermula dari laporan masyarakat pada yang menyampaikan ada aktifitas penampungan dan perdagangan kayu olahan ilegal di Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara. Laporan kemudian ditindaklanjuti Balai Gakkum Kalimantan dengan menurunkan tim untuk memverifikasi laporan tersebut di lapangan.

Tim SPORC Brigade Enggang Seksi Wilayah II Samarinda melakukan penggerebekan dua usaha penampungan dan perdagangan kayu olahan ilegal tersebut.

Selanjutnya, tim operasi yang dibantu Polres Nunukan mengamankan barang bukti dan membawa tiga tersangka ke Samarinda, untuk diproses lebih lanjut oleh PPNS Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More