Sabtu 13 Juli 2019, 13:25 WIB

Ini Tanggapan MRT Jakarta Soal Catatan Park and Ride dari YLKI

Rifaldi Putra Irianto | Megapolitan
Ini Tanggapan MRT Jakarta Soal Catatan Park and Ride dari YLKI

MI/BARY FATHAHILAH
Kendaraan motor parkir di park and ride Lebak Bulus, Jakarta.

 

CORPORATE Secretary PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin menanggapi kritik yang dilayangkan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) soal tidak ada unsur kenyamanan dan rasa aman bagi konsumen di area parkir park and ride Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus.

Dalam keterangan resmi, Kamaluddin mengatakan lahan park and ride yang kini dioperasikan masih bersifat sementara.

"Park and Ride Lebak Bulus yang dioperasikan oleh Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta saat ini masih bersifat sementara," kata Kamaluddin, Sabtu (13/7).

Ia mengatakan hingga saat ini pihaknya bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta serta Dinas Perhubungan Provinsi DKI masih terus berupaya mempersiapkan fasilitas park and ride yang permanen.

"Fasilitas permanen yang sedang disiapkan masih dalam pembahasan dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta," jelasnya.

Baca juga: YLKI Nilai Park and Ride MRT Lebak Bulus tidak Nyaman

Mengenai bangunan bedeng yang terdapat di area tersebut, Kamaluddin menyebut itu adalah pos polisi sementara dan toilet dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

"Fasilitas seperti bangunan bilik-bilik di area Park and Ride Lebak Bulus adalah pos polisi penjagaan sementara. Untuk toilet yang tersedia di area tersebut, merupakan fasilitas sementara yang dibangun swadaya oleh masyarakat sekitar," ucapnya.

Ia juga menyampaikan pihaknya dan Pemprov DKI Jakarta sedang melakukan penyempurnaan perencanaan kawasan Lebak Bulus dengan konsep Kawasan Berorientasi Transit (Transit Oriented Development).

"Nantinya, konsep tersebut akan mengedepankan aspek ramah pejalan kaki dengan aksesibilitas pergerakan yang memudahkan. Akses tersebut juga akan dilengkapi dengan kanopi, jalur khusus pejalan kaki dan jembatan penghubung antarbangunan," terangnya.

Sebelumnya, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyoroti fasilitas di area park and ride Moda Raya Terpadu (MRT) di Lebak Bulus tidak memiliki unsur kenyamanan dan rasa aman bagi konsumen.

"Park and ride Lebak Bulus masih dikelola seadanya, tak ada unsur kenyamanan dan rasa aman bagi konsumen, walau konsumen membayar Rp5.000 (untuk mobil) per sekali masuk," kata Tulus dalam pesan singkatnya, Jakarta, Jumat (12/7).(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More